by

Ini Cerita ‘Susuk Wangan’. Tradisi Masyarakat Desa Grantung yang Tetap Dipelihara

-Inspirasi, Update-dibaca 4.14Rb kali | Dibagikan 29 Kali

 

Untuk itu lanjutnya, Pemdes Grantung memohon dukungan dari Pemkab Purbalingga khususnya untuk perbaikan saluran irigasi, yang ambrol pada tahun 2019 yang sampai sekarang belum diperbaiki. Untuk mengairi sementara Pemdes setempat melakukan swadaya untuk membuat bronjong yang terbuat dari bambu.

“Dan kami telah melakukan pembersihan saluran irigasi dari material banjir yang menutupi saluran kurang lebih dengan kedalaman 1,5 meter,” ungkap Karyono.

Pohon Loa menurut Karyono secara pengakaran lebih baik dibandingkan pohon beringin. Selain rimbun akar pohon Loa lebih kuat dibandingkan penggunaan bronjong sebagai pengaman Daerah Aliran Sungai (DAS).

”Tahun lalu kami mendapatkan bibit pohon sebanyak 200 batang, yang telah kami tanam di seluruh lahan di desa Grantung,” pungkas Karyono.

Sejak 2 tahun kepemimpinan Karyono ada berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menggenjot agar produksi pertanian meningkat. Diantaranya, melakukan pemburuan babi hutan, gropyokan tikus serta perbaikan saluran irigasi.

 

 

 

Baca Juga:  Dandim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Decky Zulhas: Masyarakat Purbalingga Harus Taat Prokes Covid-19

Comment

Berita Lainnya