by

Ini Alasan PKS Purbalingga Memilih Bergabung Tiwi-Dono

-Politik, Update-dibaca 22.67Rb kali | Dibagikan 220 Kali

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabuaten Purbalingga memilih bersama-sama  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN) untuk memenangkan pasangan Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono (Tiwi-Dono) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga 9 Desember 2020 mendatang. Dengan bergabungnya PKS maka Tiwi-Dono mengantongi 25 kursi di DPRD Purbalingga.

“Untuk Pilkada 2020, agar PKS terus memberikan kontribusi bagi pembangunan Purbalingga. Kita mengambil sikap politik untuk bersama incumbent, agar ide-ide kita dapat tersalurkan. Nanti segera kita deklarasikan. Pekan ini,” tegas Ketua DPD PKS Kabupaten Purbalingga Cahyo Susilo kepada media siber lintas24.com, Senin (24 Agustus 2020).

Ia mengaku tidak merasa kecewa ditinggalkan oleh Partai Gerakan Indonesia (Partai Gerindra) walaupun telah memasangkan kader PKS Fidloh Threeyati dengan Adi Yuwono yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Purbalingga. Namun, PKS menghargai sikap Partai Gerindra, karena partai itu memiliki hierarki organisasi dan tidak bisa lepas dari kebijakan Provinsi dan Pusat.

“Ya politik itu kan rasional, ya nggak boleh baper dong. Kecewa itu ada tapi tdak menghilangkan cara rasional berpikir kita. Kalau kita, ada kemunginan A dan B, kita sudah siapkan, jadi tidak kaget. Legowo saja, karena kalau seperti ini sudah masalah keimanan, masalah kekuasaan ada ditangan Allah. Nggak perlu baper,” ungkapnya

Ia menambahkan, sejak awal ketika kita membangun komunikasi dengan Partai Gerinda, sudah memprediksi bahwa sangat mungkin dengan konstelasi politik nasional yang ada, Partai Gerinda sangat berat untuk mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan komunikasi yang ada di tingkat daerah.

“Dengan posisi Pak Prabowo sebagai Menhannya Jokowi. Secara nasional terbukti, Pak Prabowo telah memberikan arahan untuk Pilkada di Solo dan di Medan. Seperti yang sudah kita memprediksi, agak berat ini kalau mengeluarkan rekomendasi kepada kami,” ungkapnya

Untuk diketahui, di Pilkada Purbalingga 9 Desember 2020 mendatang dimungkinkan diikuti dua pasang calon. Tiwi-Dono bermodalkan 25 kursi di DPRD Purbalingga dengan rangkaian gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) 10 kursi, Partai Golongan Karya (Partai Golkar), 7 kursi. Partai Amanat Nasional (PAN) 4 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4 Kursi.

Untuk pasangan Oji – Jeni disokong Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 9 Kursi di DPRD Purbalingga telah membangun koalisi dengan Partai Demokrat 2 kursi, Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem) 1 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2 kursi dan Partai Gerindra 6 kursi dengan total 20 kursi.

Comment

Berita Lainnya