Indonesia Bergerak CDC Eks Karesidenan Banyumas Diresmikan

By: On: Dibaca: 22,967x
Indonesia Bergerak CDC Eks Karesidenan Banyumas Diresmikan

Indonesia Bergerak merupakan sebuah ajakan kepada semua lapisan masyarakat untuk memulai gerakan berbasis masyarakat untuk memperjuangkan kesehatan. Gerakan ini mempunyai misi, diantaranya menyiapkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berpengetahuan kesehatan yang cukup sehingga bisa menjaga diri sendiri dan keluarga dari lima bencana kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan, President Advancing Health Literacy on Nutrition &  Spiritual Neuroscience Indonesia (AHLINA Institute), Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc saat meresmikan Community Development Center (CDC) Eks Karesidenan Banyumas, di Sokaraja, Jumat (19 April 2019).

“Berdasarkan fakta,  telah terjadi lima bencana kesehatan yang diistilahkan sebagai “maladies”, penyakit yang menjadi bencana, yaitu: diabetes, stroke, penyakit kardiovaskular, kanker dan alzheimer,” ungkapnya

Disebut maladies lanjut  penggagas Indonesia Bergerak, karena penyakit ini sudah mendatangkan banyak kerugian baik berupa harta, waktu, tenaga, maupun korban jiwa. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah akan terpuruknya generasi penerus yang lahir dan hidup dari lingkungan bencana kesehatan ini.

“Namun perlu ditekankan dan diingat, penyembuhan lima penyakit ini tetap berbasis keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa,”ungkapnya.

Lebih lanjut Dr Tifauzia menuturkan, bahwa ia bersama “Indonesia Bergerak” terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat Indonesia dengan membentuk jaringan yang kuat dalam bentuk gerakan yang bersatu padu seluruh Indonesia dalam mencegah dan menangkal lima  bencana kesehatan itu

“Gerakan ini meleibatkan seluruh masyarakat beserta komponen penting dalam kesehatan yaitu Pemerintah, Akademisi, dan Pewirausaha beserta seluruh elemen masyarakat bersatu padu dalam mengembangkan perilaku bebas lima bencana,”ungkapnya.

Ia menambahkan, manusia itu harus sehat dalam empat hal yakni fisik, mental, spiritual dan mental. Dan itu bisa dicapai dengan membuat koneksi otak dengan apa yang kita konsumsi. Ketika sudah mengenali tubuh sendiri. Maka efek positifnya akan selalu berusaha memperbaiki dan menjaga kesehatannya.  Jika pola makan dan pola hidup sehat diterapkan dengan benar, maka hasilnya akan jauh lebih sehat secara paripurna, dan memiliki  penampilan atau performa yang jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya.

“Tubuh yang sehat merupakan sumber kebahagiaan yang utama dan mendasar untuk dapat menggapai dan menunaikan kewajiban sebagai makhluk sosial, dimana semua itu dapat diawali dengan memberikan asupan nutrisi yang baik dan tepat secara berkesinambungan,”ungkapnya.

Dia berharap, dengan berdirinya CDC Eks Karesidenan Banyumas dapat menjadi kantor pergerakan yang nanti bisa bergerak bersama dan dikaitkan dengan kegiatan PKK, Posyandu, serta kegiatan sosial semua elemen. Keseluruhan dimulai dari rumah dan lingkungan sebagai sumber kesehatan melawan lima bencana dengan memanfaatkan kearifan lokal dan sumber hayati.

“Disini kita akan belajar bersama, mulai dari level paling dasar, misalnya tentang: apa yang harus kita makan, bagaimana cara kita menanamnya. Semuanya harus berbasis kearifan local,”ungkapnya.

Setelah peresmian CDC Eks Karesidenan Banyumas, kegiatan dilanjutkan Silaturahmi dan Seminar Terbatas dengan  Dokter Spesialis dan Dokter Umum (IDI) Banyumas. (yoga tri cahyono_adv)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!