by

Ikhtiar  Cari Rejeki, Pedagang PFC Tetap Berjualan di Hari Pertama “Gerakan Jateng di Rumah Saja”

-Daerah, Update-dibaca 4.38Rb kali | Dibagikan 20 Kali

Hari pertama pelaksanaan “Gerakan Jateng di Rumah Saja”, beberapa pedagang  di Purbalingga Food Center (PFC) terlihat tetap berjualan. Para pedagang ini mencoba berikhtiar mencari rezeki demi menyambung hidup dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami tetap berjualan. Karena dalam surat pemberitahuan dari Dinperindag Purbalingga boleh jualan, asalkan mematuhi ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” kata penjual ayam goreng Kamijara, Nurhayati kepada media siber lintas24.com, Jumat (6 Februari 2021)

Ia mengaku terpaksa tetap berjualan untuk menutup semua kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Sejak lapaknya pindah dari alun-alun Purbalingga setahun lalu, omset yang didapat selalu diluar harapan.

“Sejak pindah kesini, sudah setahun ini, sepi pengunjung. Omset yang didapat selalu diluar harapan. Kadang hanya laku satu potong ayam goreng,” ungkapnya.

Hal serupa dirasakan oleh pedagang makaroni telor, Raisa. Omsetnya terjun bebas karena dua hal. Pertama dipindahnya pedagang dari alun-alun ke PFC. kedua adanya kebijakan pemerintah dalam PPKM baikpun program “Jateng di Rumah Saja”.

“Dulu, waktu di alun-alun, setiap harinya bisa bawa pulang uang Rp 500.000. Sekarang di PFC Rp 200 .000 sampai Rp 300.0000. Kini, sejak covid-19  dan ada PPKM dan program “Jateng di Rumah Saja” jadi Rp 100.000,” ungkapnya.

 

 

Baca Juga:  Status Waspada Gunung Slamet Jawa Tengah, Masyarakat Diminta Bisa Amati Binatang Hutan Turun

Comment

Berita Lainnya