Ika Nurhanifah – Perempuan Cantik Pandai Mendongeng | Mendongeng Ritual Keren yang Menyenangkan Bagi Anak

By: On: Dibaca: 272,343x
Ika Nurhanifah – Perempuan Cantik Pandai Mendongeng | Mendongeng Ritual Keren yang Menyenangkan Bagi Anak

Seiring dengan perkembangan teknologi, budaya mendongeng kalah bersaing di tengah pesatnya serbuan gadget. Mendongeng sepertinya jadi aktivitas yang sudah jarang dilakukan orangtua terhadap anak-anak mereka. Kesibukan yang menjadi alasan oran tua tidak ada waktu lebih kepada anak. Padahal banyak manfaat yang didapat dalam kegiatan mendongeng

Kak Hani panggilan akrab Ika Nurhanifah, perempuan cantik dan berjilbab Juara 1 Lomba Mendongeng Nasional 2018 di IAIN Pontianak dan  Juara 1 Lomba Berkisah Nasional 2018 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyakini, manfaat dari mendongeng adalah dapat membantu mengembangkan imajinasi pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat mengembangkan moral dan etika yang terbentuk dari para tokoh dalam dongeng.

“Mendengarkan dongeng akan mengubah cara berpikir anak yang masih bersifat abstrak menjadi bentuk nyata yang bisa dibayangkan oleh anak melalui peristiwa-peristiwa di dalam dongeng,”ungkap Kak Hani

Lalu, bagaimana cara orang tua agar bisa meningkatkan minat anak pada dongeng lanjut lulusan SMK Muhammadiyah Bobotsari tahun 2015 ini,  caranya mudah, pertama, biarkan kamar anak beserakan dengan buku-buku. Anak-anak biasanya lebih suka dan tertarik dengan buku cerita bergambar. Kedua, buatlah program wajib membacakan buku. Misalnya sabtu dan minggu bercerita atau setiap malam adakan dongeng sebelum tidur.

“Membacakan dongeng sebelum tidur akan menjadi ritual yang menyenangkan bagi anak, sekaligus mempererat ikatan antara orang tua dan anak,”ungkap Kak Hani yang tinggal di Desa Tlahab Kidul RT 02  RW 07 Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Perempuan kelahiran Purbalingga 1 Agustus 1997 mengungkapkan, semakin sering orangtua membacakan dongeng untuk anak dan mengajaknya berkomunikasi, perkembangan daya pikir anak akan semakin cepat.

“Saya yakin, anak akan terlatih untuk bisa menyelesaikan masalah, karena informasi yang didapat dari indera pendengarannya akan tersimpan di memori jangka panjang. Nah selanjutnya, Orangtua pun harus menambah referensi cerita yang akan disampaikan pada anak, sehingga anak tidak akan merasa bosan mendengar hanya cerita yang sama untuk berulang kali,”tambah Kak Hani yang sedang menyelesaikan studinya di Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)  Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Segudang prestasi dikumpulkan Kak Hani, diantaranya Juara 1 Lomba Mendongeng 2016 Guru KB dan PAUD Kabupaten Banyumas di Karangklesem-Purwokerto Selatan,  Juara 1 Lomba Da’i dan Da’iyah 2017 di IAIN Purwokerto, Juara 3 Lomba Mendongeng Nasional 2017 di UIN Wali Sanga Semarang, Juara 2 Lomba Berkisah Nasional 2017 di UIN Sunan KalijagaYogyakarta.

Disela-sela kesibukannya, Kak Hani masih mau menyisipkan kepeduliannya sebagai relawan Rumah Kreatif dan  juga aktif di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir di Desa Karangklesem-Purwokerto Selatan. (dian mulyawati}

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!