by

IDI Kabupaten Sumenep Polisikan Lima  Akun Facebook. Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

-kriminal, Update-dibaca 2.52Rb kali | Dibagikan 14 Kali

Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melaporkan lima pemilik akun Facebook ke Satuan Reserse dan Kriminal (Satserse) Polres Sumenep.

Kelima pemilik akun Facebook dilaporkan karena mengomentari berita kaburnya seorang pasien positif Covid-19 dari RSUD dr Moh Anwar Sumenep dengan nada melecehkan. Bahkan salah satu pemilik akun dinilai menghina profesi dokter dengan menggunakan kata-kata kasar dan tidak sopan, seperti menyebut organ vital.

Ketua IDI Sumenep, dr Abdul Azis mengatakan, status dan komentar di Facebook sudah sangat sering menghina dan melecehkan profesi dokter.

Namun, belakangan ini dirasa komentar dan postingan dinilai sudah sangat kasar.”Kami cukup sabar karena postingan seperti ini sudah kesekian kalinya. Kita cukup sabar menghadapi masyarakat yang mungkin enggak paham. Tapi postingan kemarin menyinggung perasaan dokter, khususnya dokter perempuan,” ungkapnya kepada media siber lintas24.com, Minggu (12 Juli 2020).

IDI akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pemilik akun ke polisi. Harapannya agar masyarakat tidak terus menerus memojokkan dan menghina profesi dokter.

Kuasa Hukum IDI Sumenep, Hawiyatun Karimah menambahkan, tindakan lima akun facebook tersebut telah mencederai profesi kedokteran.

“Mereka berjuang di tengah pandemi, namun dicederai oleh komentar-komentar yang tidak senonoh oleh akun-akun tersebut,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian membenarkan adanya laporan dari IDI Sumenep itu.

“Ada dalam surat Laporan (LP) nomor LPB/145/VII/RES.1.2.8/2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep. kita telah menerima hasil capture dari pihak pelapor. Pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.,” jelas AKP Dhany Rahadian.

Ia menegaskan,  pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polda Jatim. Pasalnya, dalam komentar tersebut tidak secara spesifik menyebut perorangan, hanya menyebut dokter.

“Polres Sumenep akan berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Jatim dan ahli bahasa, karena ada dugaan tindak pidana di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik. Itu yang nanti kita koordinasi apa pasal pencemaran nama baik bisa diterapkan dalam peristiwa ini,” tegasnya.

 

Comment

Berita Lainnya