Identitas Disain Harus Mengutamakan Kebudayaan Indonesia

By: On: Dibaca: 9,204x
Identitas Disain Harus Mengutamakan Kebudayaan Indonesia
????????????????????????????????????

Dalam talk show tata busana bersama disainer Samuel Wattimena di SMKN 1 Bojongsari terungkap, untuk menjadi seorang disainer harus memiliki identitas dan karakter yang menjadi pembeda dari karya-karya orang lain. Salah satu cara untuk menentukan menemukan identitas fashion disain adalah dengan mengenali budaya lokal, atau membawa unsur muatan lokal.

Baca Juga : SMKN 1 Bojongsari, Tingkatkan Prestasi, Aktualisasikan Diri dalam 13 Tahun Mengabdi

“Sebagian besar disain ini orientasi adalah seperti yang ditampilkan di Red carpet Hollywood. Itu tidak salah, karena sebagai disainer kita harus melayani klien. Tapi kalau untuk karakter disainer masing-masing  harus memiliki identitasnya,” kata Samuel Wattimena yang juga sekaligus Staff Ahli Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (MenkopUKM RI) Samuel Wattimena, Selasa (13 Agustus 2019).

Baca Juga : SMK N 1 Bojongsari Gelar Aneka Lomba

Samuel Wattimena berkomentar bahwa pola busana yang telah dirancang tersebut sudah bagus, namun perlu dikembangkan lagi khususnya penekanan mengenai identitas.

Baca Juga : Beli Jajanan Di Pasar Kampung Duku Kalikajar Harus Pakai Uang Tempurung

Samuel berpesan kepada para siswa jurusan tata Busana SMKN 1 Bojongsari kunci untuk menentukan identitas disain adalah dengan mempelajari kebudayaan Indonesia, ataupun skup Purbalingga. Sebab dengan identitas atau karakter itu dengan kata lain telah menjadi diri sendiri, bukan orang lain.

Baca Juga : Motif Batik Purbalingga Bakal Usung “Wayang Suket”

“Kalau kita jadi orang lain, maka orang tidak akan mengetahui kita. Dalam hal disainpun juga demikian. Tugas seorang musisi berkomunikasi melalui musik/lirik. Tugas arsitek dia berkomunikasi melalui disain-disain arsitektural. Tugas kita di dunia disain adalah mengekspresikan sesuatu berkomunikasi melalui bahasa fashion disain,” katanya.

Sementara Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM juga turut memotivasi para siswa, yakni mengajak untuk fighting spirit (optimis), juga don’t stop dreaming. Ia berharap dengan kehadiran Disainer Samuel Wattimena memberikan spirit, inspirasi dan motivasi agar ke depan siswa tata busana SMKN 1 bojongsari bisa jadi fashion disainer yang handal di kemudian hari.

Baca Juga : Galeri Purwita Lestarikan Batik Purbalingga Lewat Workshop

“Oleh karenannya saat ini adek-adek harus betul-betul memiliki determination, mencurahkan apa yang adek-adek punya untuk fokus satu tujuan,” katanya.

Baca Juga : Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Gelar Batik On The Street, Angkat Pesona Batik-Batik Khas Purbalingga

Bupati juga menegaskan kembali apa yang telah disampaikan Disainer Samuel Wattimena untuk mengenali budaya lokal. Menurutnya Purbalingga memiliki berbagai objek yang mengarah pada identitas, misalnya Lawa (kelelawar), Gunung Slamet, Nanas, Stroberi, benang antihan, ataupun wayang suket.

Baca Juga : Trisni Yuliana Siswa SD N 1 Galuh, Bawa Batik Nusantara Ke Istana Bogor

Pada sektor kerajinan batik, Bupati juga berharap agar ada regenerasi pengrajin. Baik bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya juga agar ada penyesuaian disain/motif batik dengan perkembangan zaman.

“Saya harap ilmu-ilmu yang telah didapat hari ini bisa diimplementasikan untuk bekal ke depan, agar bisa mendayagunakan potensi untuk berkontribusi bagi kemajuan Purbalingga, khususnya di bidang ekonomi kreatif dan UMKM,” katanya

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!