Ida Fauziyah Wajibkan Fatayat NU Menjaga Generasi Penerus Bangsa.

By: On: Dibaca: dibaca 187.40Rbx
Ida Fauziyah  Wajibkan Fatayat NU Menjaga Generasi Penerus Bangsa.

Peringatan Hari Lahir ke -67 Fatayat NU di Purbalingga

 

Pembina Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si berpesan agar para orangtua memberikan perhatian dan meningkatkan kewaspadaan kepada anak-anaknya, agar terhindar dari bahaya pengikisan ideology, kekerasan seksual, dan narkoba.

Pesan itu disampaikan dihadapan Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di Kabupaten Purbalingga, dalam peringatan Hari Lahir ke -67 Fatayat NU, di Pendapa Dipokusumo Senin pagi (24 April 2017).

“Apabila tidak waspada, maka generasi bangsa akan mendapatkan dampak-dampak negatif yang tidak hanya akan merusak manusianya saja tetapi akan menghancurkan NKRI,”ungkap Hj. Ida Fauziyah

Hj. Ida Fauziyah menambahkan, saat ini, anak-anak dengan mudah mengakses informasi yang menyesatkan sehingga muncul obsesi seksual yang tidak terbendung, sehingga berujung pada pergaulan bebas yang pasti menjerumuskan anak-anak ke jurang kemaksiatan.

“Hal ini diperparah dengan penyalahgunaan kemajuan ilmu teknologi, anak-anak dengan mudah mendapatkan akses internet sehingga dampak negatif dari penyimpangan ideologi sedikit demi sedikit mempengaruhi pemikiran anak-anak tanpa filter yang benar,”ungkap Hj. Ida Fauziyah

Selain itu Dia berharap kepada segenap pengurus dan anggota Fatayat NU Purbalingga, untuk selalu menjaga anak-anaknya, Saat ini, Indonesia dalam kondisi darurat ideologi, untuk itu pertebal pemahaman ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

“Awasi pergaulan anak-anak kita, batasi dan tidak serta merta memenuhi keinginannya, namun tetap melimpahkan kasih sayang secara bijaksana,” Hj. Ida Fauziyah.

Dalam kesempatan itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Widiyono, M.Si mewakili Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM menyampaikan selamat atas Harlah Fatayat NU dan berharap sumbangsih Fatayat dalam membina generasi muda yang islami tetap istikomah didasari pengabdian ikhlas membangun NKRI.

“21 April 2017, kita peringati Hari Kartini, esensi dari perjuangan R.A. Kartini adalah pelopor emansipasi wanita, yang telah mengantarkan wanita Indonesia mendapat hak dan kesempatan yang sama, namun tentunya tetap menjaga kepribadian adat ketimuran dan teguh bertahan sebagai pelita dalam keluarganya,” kata Widiyono.

Widiyono meminta Fatayat NU Purbalingga membentengi diri dan tidak terprovokasi pada paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Indoensia dibangun dengan pondasi demokrasi

“Kita wajib saling toleransi, saling menghormati dan menumbuhkan semangat persatuan dari berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia, dan juga harus mensyukurinya sebagai nikmat dari yang kuasa atas kebhinekaan yang menjadikan Indonesia bangsa yang besar,”kata Widiyono.

Dalam peringatan harlah Fatayat NU tersebut juga dilaksanakan pembagian hadiah Festival Budaya Islami PC Fatayat NU Purbalingga untuk 5 kategori lomba yaitu lomba MHQ yang dijuarai oleh PAC  Karangmoncol, lomba MTQ yang dijuarai PAC Karanganyar, lomba Khitobah dijuarai PAC Bojongsari, lomba paduan suara dijuarai PAC Karangmoncol dan lomba hadrah yang dijuarai PAC Padamara.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!