by

Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Purbalingga Dapat Paket Ikan untuk Cegah Stunting

-Daerah, Update-dibaca 5.68Rb kali | Dibagikan 22 Kali

Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Purbalingga terus digencarkan. Kegiatan pembagian paket Gemarikan ini merupakan program Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK (TP PKK).

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana mengungkapkan, gemar makan ikan tidak terlepas dari angka kematian ibu dan anak. Tahun 2019 angka kematian ibu dan anak paling tinggi di Kabupaten Brebes, namun saat ini bergeser ke Kabupaten Grobogan. Tingkat kemiskinan akan terkait erat dengan angka kematian ibu dan anak, juga kelahiran stunting di suatu daerah. Pemerintah sangat peduli akan kesehatan, utamanya ibu hamil yang akan melahirkan generasi-generasi penerus.

“Anak yang akan dilahirkan harus sehat dan cerdas, sehingga kondisi ibu hamil sampai menyusui harus terpantau kesehatannya. Oleh karenanya menjadi PR bersama untuk menekan angka stunting,” ungkapnya saat menyerahkan paket bantuan Gemarikan berisi ikan segar dan olahan makanan berbahan dasar ikan di balai Desa Klapasawit Kecamatan Kalimanah, Selasa (20 Oktober 2020).

Ia menegaskan, membangun generasi yang cerdas dan bebas stunting menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pasalnya, Jateng mempunyai program Jateng Gayeng.

“Program ini sangat bagus karena nampak bagaimana “memanage” seorang ibu mulai dari hamil sampai melahirkan, dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan,” katanya.

Kepala DKPP Purbalingga Ir Sediyono mengatakan, perlu untuk memasyarakatkan menu makanan ikan sebagai makanan sajian keluarga, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Purbalingga. Kegiatan Kampanye Gemarikan tahun 2020 dilakukan di 9 desa yang ada di 5 wilayah kecamatan.

“Sekaligus di era pandemi ini sedikit banyak supaya warga masyarakat dengan makan ikan akan lebih kebal terhadap serangan penyakit dan mengarah pada pola hidup yang sehat. Dari rencana program kegiatan dimiliki, tahun 2020 kegiatan pendistribusian paket gemarikan hanya bisa mencukupi 500 paket untuk 9 desa di 5 kecamatan.” jelasnya.

Sediyono mengungkapkan, sebelum kegiatan Gemarikan yang didanai APBD kabupaten, DKPP juga menjalin kerjasama dengan Kementrian Kelautan Perikanan Republik Indonesia, dimana pada 18 September lalu sudah membagikan 500 paket Gemarikan di 14 desa yang ada di 7 kecamatan. Kerjasama tidak saja dengan kementrian kelautan, namun juga dilakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

“Pada tanggal 4 November mendatang, kembali akan melakukan kegiatan pemberian bantuan paket Gemarikan, kali ini kerjasama dengan Dinas Kelautan Perikanan  Provinsi. Kerjasama ini juga akan mengadakan kegiatan pemberian bantuan paket gemarikan sebanyak 100 paket di desa Candinata Kutasari.” ungkap Sediyono.

Kampanye ini dilakukan dengan membagikan paket Gemarikan bagi ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) di 9 desa. Untuk Desa Klapasawit Kalimanah menerima paling banyak yakni sejumlah 60 paket Gemarikan bagi bumil dan busui.

Sebelumnya, sebanyak 8 desa lainnya di luar Desa Klapasawit, bantuan gemarikan bagi bumil dan busui sudah didistribusikan. Masing-masing desa menerima paket sebanyak 55 buah.

 

 

 

Comment

Berita Lainnya