by

Hujan Deras, Dua Ruas Jalan di Cilacap Amblas

-Daerah-dibaca 103.78Rb kali | Dibagikan 23 Kali

Jalan Ambles

CILACAP – Akibat hujan deras yang turun terus-menerus sepanjang bulan April ini, dua ruas jalan di wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat amblas ratusan meter, sehingga menyebabkan akses dan mobilitas warga menjadi terganggu dikarenakan harus memutar melalui ruas jalan yang lebih jauh.

“Salah satu ruas jalan yang ambles adalah ruas jalan yang menghubungkan Desa Datar dan Desa Sumpinghayu, Kecamatan Dayeuhluhur. Jalan yang ambles mencapai panjang 150 meter dengan kedalaman antara satu hingga dua meter,” kata Kepala Seksi Penanganan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wilayah 4 Cilacap, Muhidi, Jumat (8/4).

Selain ruas jalan tersebut, ruas jalan lain yang juga amblas berlokasi di Desa Majingklak, Kecamatan Wanareja. Ruas jalan di desa ini amblas sepanjang 100 meter dengan kedalaman hingga tiga meter.

“Hingga kini, dua titik jalan ambles ini belum diperbaiki. Warga tidak mungkin hanya mengerahkan tenaga bergotong-royong karena areal jalan ambles cukup luas, sehingga dibutuhkan alat berat,” ujarnya.

Dia menambahkan, tim kajian geologi sebenarnya sudah melakukan survei ke sekitar ruas jalan tersebut. Dari hasil kajian direkomendasikan agar ruas jalan tersebut dipindahkan, sedangkan ruas jalan yang ambles dikembalikan peruntukannya sebagai wilayah resapan.

“Kalaupun dijadikan jalan, maka pada saat curah hujan tinggi kondisi jalan pasti akan ambles lagi,” tandasnya.

Dia menuturkan, dengan kondisi jalan yang ambles mencapai dua-tiga meter dengan panjang 100-150 meter, kendaraan apa pun sudah tidak bisa lewat.

“Jangankan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua saja sudah tidak bisa lewat,” tegasnya.

Menurut Muhidi, selain masalah ruas jalan ambles yang hingga kini belum bisa diperbaiki, curah hujan yang tinggi sejak awal April 2016 telah menyebabkan sejumlah tanggul sungai jebol, antara lain tanggul di Sungai Cikawung, Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, dan Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja.

“Akibat tanggul tersebut jebol, banyak benih padi yang sudah disebar petani mengalami kerusakan sehingga petani harus menyebar bibit lagi. Ada juga padi yang sudah hampir panen menjadi terendam air sehingga kualitas hasil panennya menurun,” pungkasnya. (estanto prima yuniarto)

 

 

 

Comment

Berita Lainnya