Hoaks, Pesilat Pagar Nusa Purbalingga Meninggal Saat Atraksi

By: On: Dibaca: 40,354x
Hoaks, Pesilat Pagar Nusa Purbalingga Meninggal Saat Atraksi

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga Muhammad Abdul Kholiq Mukhlis memastikan video viral di media sosial yang dilengkapi narasi tentang atraksi perguruannya memakan korban tidak benar alias hoaks. Video hoaks itu begitu cepat menyebar secara masif hingga tercatat ribuan kali penayangan di sejumlah akun yang menyebarkannya. Hanya dalam satu unggahan, penyesatan informasi yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab itu sangat banyak.

“Saya prihatin, netizen begitu mudah menyebarkan informasi tanpa meneliti dulu kebenarannya. Saya tegaskan, atraksi tersebut tidak dilakukan oleh perguruan silat Pagar Nusa di wilayah Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, unggahan sebuah video atraksi perempuan pesilat di media sosial membuat heboh netizen. Rekaman amatir itu memperlihatkan atraksi seorang gadis berpakaian hitam duduk bersila Di belakangnya, seorang pria memukul bata di atas kepala gadis itu menggunakan palu sehingga bata hancur.Atraksi selesai, perempuan pesilat itu berjalan meninggalkan arena bersama rekannya

Persoalannya, video ini diunggah beberapa pemilik akun media sosial bersama kabar duka cita yang memuat foto seorang gadis berpakaian pesilat. Beberapa status atau kepsen yang diunggah mengaitkan video dan foto tersebut saling berhubungan. Narasi atau teks di status tersebut relatif mirip, mencantumkan nama Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga.

Satu di antaranya diunggah pemilik akun Angelia Dian Putri: Akhirnya meninggal saudara”…membuktikan bahwa kepala fungsinya buat mikir…bukan utk dipalu…nyalahi kodrat (Pagarnusa Indonesia Kabupaten Purbalingga)

Muhammad Abdul Kholiq Mukhlis menambahkan, atraksi itu memang ada seperti terekam kamera. Namun, keterangan yang menyebut atraksi itu memakan korban sama sekali tidak benar.Pasalnya, perempuan yang tampil di video dan almarhumah pesilat yang fotonya dipampang dalam satu unggahan bukanlah orang yang sama. ,

“Atraksi itu terjadi pada Agustus 2019 sedangkan gadis dalam foto yang ikut diunggah meninggal pada April 2019,” tuturnya.

Foto gadis berpakaian pesilat yang diiringi pernyataan duka cita merupakan warga Purbalingga yang meninggal pada 2 April 2019 lalu. Almarhumah semasa hidupnya memang beraktivitas di Pagar Nusa Purbalingga. Namun, musabab meninggalnya gadis itu bukan karena menjadi korban atraksi melainkan akibat kecelakaan lalu lintas.

Dia pun pun menyesali ulah orang tidak bertanggung jawab yang tega melibatkan orang yang sudah berpulang ke penciptanya.

“Kalau warganet jeli, itu foto pas 100 hari meninggalnya almarhumah,” tuturnya.

Di sisi lain, atraksi tenaga dalam menurut Mukhlis biasa dilakukan di lingkungan dunia persilatan.Atraksi semacam itu tak hanya dilakukan Pagar Nusa melainkan juga perguruan-perguruan silat lain. Sebelum tampil, para peserta sudah melakukan persiapan secara matang di bawah bimbingan.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!