Hj Tenny Yuliawati Dikukuhkan Menjadi Ketua Wanita Islam Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 177.78Rbx
Hj Tenny Yuliawati Dikukuhkan Menjadi Ketua Wanita Islam Purbalingga

Ketua Wanita Islam Kabupaten Purbalingga, Hj Tenny Yuliawati, SE mengaku siap membawa Organisasi Wanita Islam menjadi lebih baik. Selain mengembangkan BMT Syariah Wanita Islam yang sudah lama digelutinya, pengurus dan anggota juga akan berinovasi dalam membesarkan WI Purbalingga.

Hal itu diungkapkan Tenny ungkapnya usai pelantikan Pengurus Daerah Wanita Islam Kabupaten Purbalingga yang dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Jawa Tengah, Dra. Hj Nurhidayati di aula Kraca Bungur Purbasari Pancuran Mas, Minggu (23 April 2017)

“Salah satu programnya adalah membuka salon kecantikan Wanita Islam. Nantinya akan memberikan layanan tata rias dan kecantikan yang sesuai dengan syariah,”tuturnya

Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Jawa Tengah, Dra. Hj Nurhidayati menuturkan bahwa Wanita Islam merupakan organisasi independen dan bukan merupakan organisasi yang berafiliasi dengan partai politik manapun. Wanita Islam adalah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan dan dakwah. Seperti majelis ta’lim, pendidikan, social kesejahteraan dan ekonomi.

“Di bidang pendidikan WI telah memiliki Yayasan Pendidikan Bhakti Wanita Islam yang membangun pendidikan PAUD/SD/SMP/SMA dan universitas. Dibidang ekonomi, dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sudah ada BMT yang sudah mapan seperti di Purbalingga dan Solo,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tri Gunawan Setyadi, SH, MM saat mewakili Bupati Purbalingga, Tasdi SH, MM berharap, organisasi Wanita Islam kabupaten Purbalingga mampu berperan secara aktif dalam membangun Kabupaten Purbalingga utamanya melalui bidang kegiatan kewanitaan dan kemasyarakatan.

“Wanita Islam sebagai wadah kreatifitas mengembangkan diri dalam dakwah islam juga harus mampu berperan dalam mewujudkan misi Purbalingga yang akhlakul karimah,”ungkapnya.

Tri Gunawan juga menyampaikan pesan Bupati agar sesibuk apapun Wanita Islam tidak meninggalkan kodratnya sebagai istri dan ibu bagi putra putrinya. “Emansipasi wanita yang diperjuangkan RA Kartini sudah banyak dinikmati kaum perempuan. Namun tidak berarti para wanita mesti meninggalkan kodratnya,” katanya.

Ia menegaskan, dalam era digitalisasi, wanita menjadi kunci dalam keluarga utamanya dalam membendung pengaruh negatif keterbukaan informasi melalui media sosial. Dengan pengetahuan yang memadai diharapkan bisa berperan sebagai filter bagi keluarga dan putra putrinya

“Harus mau dan mampu menjadi filter dalam menyerap dan memanfaatkan informasi dalam media sosial. Dampingi mereka, beri pengetahuan yang positif,”ungkanya

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!