Hasil Olah TKP Polres Purwakarta, Pengemudi Dump Truk Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipularang

By: On: Dibaca: 31,240x
Hasil Olah TKP Polres Purwakarta, Pengemudi Dump Truk Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di di ruas Tol Cipularang kilometer selesai digelar. Polres Purwakarta mengungkap penyebab awal kecelakaan itu.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dump truk Hino B 9763 UIT, Subana Bin Talkam, (40). Dari pemeriksaan itu, penyidik dari Polres Purwakarta mengetahui sejumlah fakta.

Dump truk yang terlibat kecelakaan kelebihan muatan. Kondisi tersebut membuat kedua dump truk Hino bernomer polisi B 9410 UIU dan B 9763 UIT yang terlibat kecelakaan, sebelumnya menjadi sulit dikendalikan karena kondisi jalan menurun. Akibatnya, sistem pengereman tidak berfungsi maksimal.

“Subana merupakan pengemudi dump truk kedua, yang menabrak empat kendaraan saat menunggu evakuasi dump truk yang terguling. Kedua truk ini dari satu perusahaan ya. Muatannya sama, tanah,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com

Dari pengakuan Subana diketahui awalnya kedua truk melaju sejajar. Truk yang dikemudikan Subana berada di depan dump truk Hino bernomer polisi B 9410 UIU yang dikemudikan Dedi Hidayat. Tak berapa lama, truk yang dikemudikan Dedi menyalip truk Subana.

”Saat itu Dedi lalu menelepon kalau remnya blong akibat kurang angin di rem,” jelasnya.

Sesaat kemudian, Dedi kembali menelepon Subana dan memberitahukan bahwa remnya sudah normal. Tapi entah bagaimana, ternyata truk yang dikemudikan Dedi akhirnya terguling. ”Truk yang dikemudikan Subana masih di belakang,” terangnya.

Nah, saat empat kendaraan berhenti karena di depannya ada truk terguling. Truk yang dikemudikan Subana baru mau sampai ke lokasi. Namun, kejadian yang sama terjadi, truk tersebut mengalami rem blong.

”Akhirnya menabrak empat mobil dan membuat kendaraan di belakangnya juga mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Untuk pengemudi truk Dedi meninggal dunia karena kecelakaan tersebut. Menurutnya, sesuai pengakuan Subana diketahui bahwa truk yang dikendarainya bermuatan melebihi kapasitas. Yang batas maksimalnya hanya 24 ton malah digunakan memuat 37 ton.

”Ada kelebihan beban 13 ton,” terangnya.

Juga berdasar olah TKP, diketahui bahwa ada turunan panjang di jalan tol tersebut. Dengan begitu diduga kelebihan beban dikombinasikan dengan turunan panjang membuat pengereman tidak maksimal.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!