Hari Pers 2018, Bupati Purbalingga Minta Jangan Sampai ada Subjektivitas dalam Berita

By: On: Dibaca: 345,907x
Hari Pers 2018, Bupati Purbalingga Minta Jangan Sampai ada Subjektivitas dalam Berita

 

Bupati H Tasdi SH MM memberi sejumlah pesan-pesan kepada para wartawan di Purbalingga pada saat acara Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diselenggarakan di Operational Room Graha adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo, Sabtu (10/02/2018). Dalam sambutannya, Bupati berpesan agar wartawan bisa profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya yakkni agar wartawa tetap bersikap objektif dalam menulis berita tanpa dibumbui tendensi tertentu.

“Jangan sampai ada subjektivitas dalam berita!, sebab nanti bisa melanggar UU No 40 tahun 1999 terkait independensi,” kata Tasdi dalam acara yang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Purbalingga, BUMD dan Forkompimda.

Bupati juga berharap agar wartawan juga ikut mendorong kemajuan bangsa, memberi enlighting, eneducating dan empowering. Tasdi selaku bagian dari pemerintah mengaku sangat terbantu jika wartawan memberikan informasi tentang apa yang belum ia ketahui sebelumnya.

“Misalnya wartawan menuliskan tentang adanya orang miskin yang selama ini tidak kami ketahui dan tidak tersentuh bantuan. Itu malah menjadi berita yang sangat membantu kami sebagai pemerintah,” katanya.

Sejauh ini seringkali dalam media sosial masih terdapat informasi-informasi yang tidak konstruktif. Hal itu membuatnya tidak lagi respect dan tidak ingin menanggapinya lagi. Ia berpesan kepada wartawan agar memberikan penerangan sebaik-baiknya kepada publik agar tidak lagi muncul komentar-komentar yang tidak cerdas di media sosial.

“Kalau di media sosial memang semuanya terkesan serba salah, mau begini dikomen mau begitu dikomen. Purbalingga bisa tenggelam kalau semua hanya banyak bicara!,” ujarnya.

Pada acara yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purbalingga, Joko Santoso Ssi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Purbalingga yang semakin memperhatikan eksistensi wartawan.”Saya sempat memperhatikan pelantikan pengurus-pengurus PWI kabupaten lain banyak yang tidak dihadiri oleh bupati atau jajaran Forkompimda. Sementara di Purbalingga justru mendapat apresiasi dan dihadiri oleh bupati. Ini adalah bentuk pengakuan dari pemerintah kepada wartawan,” kata Joko.

Ia juga menyampaikan pesan ke rekan sesama, bahwa wartawan harus kembali kepada integritas, kebenaran dan berpihak pada keadilan. Tidak sekedar menjadi wartawan biasa, tapi wartawan yang berperan dalam pembangunan dan sumbangsih berita yang positif.

“Terkait dengan adanya berita-berita yang berbau kritikan di Purbalingga, saya kira ini masih dalam koridor kaidah jurnalistik, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” jelasnya.

Acara Tasyakuran HPN 2018 di Purbalingga berlangsung cukup berkesan. Acara dimulai dari pemaparan berbagi cerita sejarah dunia jurnalistik di Purbalingga dari zaman ke zaman oleh wartawan yang cukup sepuh H M. Wachyono SH. Setelah sambutan dari Ketua PWI Purbalingga dan Bupati Purbalingga, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng yang dilakukan oleh bupati kepada pengurus PWI termuda, Fitri Khasanah (wartawan Radio Gema Soedirman). Sementara itu wartawan Suara Merdeka, Ryan Rachman turut mengisi acara dengan membaca puisi berjudul “Monumen” dari buku Antologi Puisi Wartawan – Penyair Indonesia. (Ganda Kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!