Hakim PN Purbalingga Kali Kedua Jatuhkan Vonis Mati

By: On: Dibaca: dibaca 38.04Rbx
Hakim PN Purbalingga Kali Kedua Jatuhkan Vonis Mati

 

Amin Pembunuh Nenek dan Cucu Divonis Mati

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga kembali menjatuhkan vonis mati kali kedua. Kali ini vonis mati dijatuhkan kepada Amin Subechi (26) terdakwa pembunuhan nenek dan cucu.

Vonis itu sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pernah dijatuhkan kepada Saridi terdakwa pembunuh pasangan Khotiyu dan Ny Poniyah tahun 2002.

Dalam amar putusan Amin Subechi di Senin PN Purbalingga, Senin (9 Oktober 2017). Majelis Hakim sependapat dengan dakwaan JPU yang menyebutkan terdakwa melakuan pembunuhan berencana dan melanggar pasal 340 KUHP. Perbuatan terdakwa tergolong sadis.

Perbuatan terdakwa mengakibatkan penderitaan yang mandalam bagi keluarga korban dan meresahkan masyarakat. Majelis juga tidak melihat unsur yang meringankan.

Vonis itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Atas vonis tersebut, terdakwa bersama penasihat hukumnya, Imbar Sumisno SH dari LBH Perisai Kebenaran menyatakan banding.

“Menyatakan terdakwa Amin Subechi secara sah dan meyakinkan bersalah dan memutuskan hukuman mati,” tutur Ketua Majelis Hakim Ageng Priambodo SH

Sesaat setelah membacakan vonis, Ketua Majelis Hakim Ageng Priambodo memberikan kesempatan kepada terdakwa berkonsultasi dengan penasihat Hukum Imbar Sumisno. Terdakwa dan penasihat hukum seketika menyampaikan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT).

Penasihat hukum Imbar Sumisno usai sidang menuturkan, pihaknya kukuh pada keyakinan terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana. Perbuatan terdakwa saat itu didorong emosi yang spontan karena ucapan korban Hanani.

Sementara JPU David Simorangkir SH dan Nurochman Adi Kusumo SH MH yang diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya menyebutkan pihaknya akan pikir-pikir menyikapi banding terdakwa

Seperti diketahui, Amin Subechi, warga Desa/Kecamatan Pengadegan diduga nekad membunuh dua orang yaitu nenek Eti Suherti dan cucunya Hanani yang tak lain mantan kekasihnya warga Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Januari 2017 silam.

ia ditangkap polisi di Cibinong, Jawa Barat selisih sehari usai aksi pembunuh itu. Terdakwa  dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua Agung Priambodo dengan hakim anggota Bagus Trenggono dan Jeily Syahputra serta Panitera Pengganti (PP) Supriyanto. Sedangkan JPU terdiri dari M Nurahman Adi Kusumo, David Sutrisno  dan Oki Bogitama.

Sidang yang digelar diwarnai aksi demo massa di halaman PN setempat. Masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Purbalingga (AMP) meminta hakim agar memvonis terdakwa dengan hukuman mati. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!