Hafal Alquran, Kuliah Gratis di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

By: On: Dibaca: 9,706x
Hafal Alquran, Kuliah Gratis di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah membebaskan biaya semesteran bahkan mendapatkan uang saku bagi mahasiswa hafiz Alquran. Hal itu dilakukan sesuai dengan visi UMP Menjadi Universitas Unggul, Modern dan Islami.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kerja sama, dan Al Islam Kemuhammadiyahan UMP Dr. Jebul Suroso, S.Kp., M.Kep. mengatakan, UMP memiliki delapan program beasiswa. Yakni Beasiswa PPA DIKTI KOPERTISVI, beasiswa BIDIKMISI DIKTI, beasiswa PPA & BBM UMP, beasiswa Hafidz Alquran, beasiswa berprestasi, beasiswa Kader Muhammadiyah, beasiswa fakir miskin dan beasiswa yatim.

“Beasiswa bagi hafiz (penghafal) Al Quran ini diberikan `full` untuk pembiayaan termasuk uang saku selama proses studi di UMP dengan catatan mereka (mahasiswa) itu hafal Al Quran 30 juz,” katanya di Kantor Pusat UMP, Kamis (31/5/2018).

Dr. Jebul mengatakan, standar penguatan ilmu keagamaan merupakan ciri khas dalam Universitas tersebut. Di kampusnya, para mahasiswa selain memiliki nilai akademik yang tinggi, mereka juga dibina agar menjadi seorang dai, hafiz dan hafizah. “Pelajar yang menuntut ilmu di universitas ini merupakan regenerasi yang disiapkan oleh UMP,” kata Dr. Jebul.

Lebih lanjut, Jebul mengatakan seleksi calon penerima beasiswa hafiz Al Quran itu diselenggarakan pada awal masuk kuliah, yakni melalui tes yang dilakukan oleh tim khususnya dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam.

“Kami berharap nanti benar-benar sebanyak mungkin hafiz Al Quran yang terlahir dari UMP,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, setiap periode atau semester dilakukan pemonitoran dan evaluasi terhadap mahasiswa yang menerima beasiswa hafiz Al Quran tersebut.

“Pengalaman selama ini, dengan mereka (mahasiswa penerima beasiswa) aktif di masjid kami, melakukan kajian, mereka itu tetap mendapatkan beasiswa tersebut,” katanya.

Salah seorang penerima beasiswa hafiz Al Quran, Muhammad Afif Muizuddin (21) mengaku senang menerima beasiswa tersebut meskipun setiap semestar harus diuji kembali.

“Dengan demikian, saya harus lebih sering mengulang hafalan. Jadi hafalannya tidak hilang. Alhamdulillah dalam angkatan saya,” kata mahasiswa semester 4 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMP itu.

Terkait dengan upaya menghafalkan Al Quran, Afif mengatakan hal itu dilakukan selama menjadi santri di salah satu pondok pesanteren Kota Salatiga, yakni membaca satu halaman Al Quran setiap subuh dan diulang sebanyak 20 kali.

Menurut dia, pengujian hafalan Al Quran itu dilaksanakan dua hari masing-masing 15 juz.

“Alhamdulillah saya bisa kuliah di UMP selain dekat dengan rumah juga UMP memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi melalui program beasiswa hafidz quran,” katanya.

Menurut mahasiswa yang aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini memiliki motivasi terbesar dalam menghafal Alquran adalah menjadi Ahlullah. motivasi terbesar dalam menghafal Alquran adalah menjadi Ahlullah. “Sebagaimana dalam hadist sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, siapakah mereka ya Rasulullah? Rasul menjawab, Para ahli Al Quran. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya. Dan motivasi terbesar saya dalam menghafal Al Quran adalah memberikan kebaikan untuk kedua orangtua,” ungkapnya.

Afif menuturkan, untuk mendapatkan semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia harus melalui proses sangat panjang. “Bukan tanpa cobaan dan godaan. Akan tetapi, saya selalu mengingat motivasi awalnya ketika menghafal Al Quran. Motivasi awal itu yang selalu saya ingat ketika mulai merasa malas dalam menghafal,” ungkapnya.

Mahasiswa asal Kembaran Kulon Purbalingga ini memiliki kiat-kiat bagaimana ia bisa menjadi penghafal quran. “Paling utama niat ikhlas karena Allah, selanjutnya fokus dalam menghafal, hindari maksiat, dan tentunya membacanya berulang-ulang minimal 20 kali per ayat,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada anak muda untuk kembali menghidupkan masjid. “Zaman sekarang masjid lebih penuh dengan orang-orang tua, sementara yang muda sudah jarang sekali. Serta jangan terlalu intens dengan gawainya (aktifitas),” pungkasnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!