Guru Harus Jadi Sumber Keteladanan, Bangun Karakter Peserta Didik

By: On: Dibaca: dibaca 7.95Rbx
Guru Harus Jadi Sumber Keteladanan, Bangun Karakter Peserta Didik

 

 

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tahun 2017 diminta menjadi tonggak memantapkan pendidikan karakter selaras dengan tema peringatan “Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru”. Para guru menjadi sosok utama di dalam satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“Guru harus bisa menjadi teladan. Mereka memiliki tanggungjawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah pikir dan olah raga,” ujar Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan RI pada Upacara Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Alun Alun Purbalingga, Sabtu (25/11).

Meski diguyur hujan, para guru rela berbasah kuyup mengikuti proses upacara sampai dengan selesai. Bahkan karena hujan deras, banyak diantara peserta yang menggunakan payung dan mantel hujan saat mengikuti upacara.

Bupati tasdi melanjutkan, urgensi penguatan karakter menjadi semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang bakal dihadapi dimasa mendatang. Terkait hal itu, guru dan tenaga pendidik harus mampu mengelola kerjasama satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengobarkan gerakan nasional revolusi mental. Utamanya dalam membantuk calon generasi emas Indonesia tahun 2045 yang harus memiliki bekal jiwa Pancasila yang baik untuk menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat di era global dan era digital.

“Guru harus dapat berperan sebagai The Significant Others bagi peserta didik. Artinya guru harus jadi sumber keteladanan,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memuliakan guru. Karena tak ada orang sukses tanpa melalui sentuhan guru. Guru kita telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan berhasil seperti saat ini.

“Saya berterimakasih kepada guru-guru saya. Termasuk Pak Subeno (Kepala Bakeuda-red) yang dulu menjadi wali kelas saya di SMA Negeri 1 Bobotsari. Penghargaan juga kepada Bapak Pramuka Purbalingga Pak Trisnanto Sri Hutomo yang dulu juga menjadi guru,” katanya.

Penghargaan dan rasa terima kasih itu, disampaikan Bupati Tasdi dengan memberikan cinderamata dan pengalungan bunga kepada Drs Subeno, SE, MSi oleh Bupati Tasdi dan Ketua TP PKK Ny. Erni Widyawati Tasdi.

Dalam kesempatan tersebut dipertunjukan tari Lengger Banyumasan yang dimainkan oleh 30 guru seni budaya. Ketua PGRI Purbalingga Sadrjono mengatakan dalam rangkaian HUT PGRI dan Hari Guru telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti seminar guru, rehab 52 RTLH, donor darah, Lomba Karya Tulis Ilmiah Populer bagi guru, dan jalan sehat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pentas wayang kulit di aula PGRI, Sabtu malam (25 November 2017).

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!