Gunung Slamet Akan Dipadati Pendaki

By: On: Dibaca: 104,161x
Gunung Slamet Akan Dipadati Pendaki

pendaki bersiap di pos Bambangan sebelum naik ke puncak Gunung Slamet1

Rayakan HUT ke-71 RI Tahun 2016,

Menjelang peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016, pendakian sudah mulai terasa. Bahkan, sejumlah komunitas pendaki sudah memesan untuk melakukan pendakian ke Gunung Slamet  yang mempunyai ketinggian 3.428 m dpl mulai tanggal 15 Agustus 2016. melalui Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, semakin diminati.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengungkapkan, sejak awal tahun 2016 pendakian ke puncak Slamet terdata mengalami peningkatan. Dari bulan Januari hingga tanggal 3 Agutus, pendaki sudah tercatat mencapai 13.200 orang. Sementara jumlah pendaki selama tahun 2015 hanya 6.971 orang.

“Kenaikan jumlah pendaki ke Gunung Slamet ini seiring dengan animo kalangan anak muda yang menjadi trend. Selain itu juga, kondisi status Gunung Slamet yang normal dan cuaca yang sangat bersahabat,” kata Prayitno, disela-sela melakukan pemantauan pendakian di pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kamis (4/8).

Prayitno mengungkapkan, tiket masuk ke pendakian Gunung Slamet boleh dibilang paling murah jika dibanding dengan pendakian ke sejumlah gunung lain. Tiket masuk di pendakian Gunung Slamet hanya Rp 5.000,- per orang. Tiket ini terbagi Rp 4.000,- untuk kas daerah Pemkab, dan Rp 1.000,- untuk operasional SAR jika ada evakuasi pendaki.

“Pihak dinas bersama Tim SAR dan Karang Taruna setempat untuk mengelola MCK yang ada. Hasil dari MCK untuk membeli air bersih,”ungkapnya.

Selain air bersih, kendala lainnya soal sampah. Para pendaki diwajibkan membawa turun ke pos Bambangan, sampah yang dihasilkannya. Jika dalam satu rombongan tidak membawa kembali sampah turun, maka akan dikenakan denda sepuluh kali harga tiket. Denda tersebut digunakan untuk operasional Tim SAR mengambil sampah ke beberapa pos menuju puncak Gunung Slamet.

“Sampah-sampah yang sudah dibawa turun oleh para pendaki yang kebanyakan berupa botol minuman dan plastik, dikumpulkan lebih dahulu di tempat penampungan sementara, dan kemudian oleh relawan Tim SAR dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Banjaran, Bojongsari,” tambah Prayitno.

Hafizh Qodarisman (20), salah seorang pendaki dari Bandung mengemukakan, dirinya baru pertama kali naik ke puncak Gunung Slamet. Untuk mencapai pos Bambangan, bersama 10 teman lainnya, Hafizh mengggunakan kereta api dan turun di stasiun Purwokerto. Dari stasiun menyewa angkutan kota seharga Rp 350 ribu, dan melewati Wana Wisata Serang.

“Dari harga carteran angkutan kota, kami menilai masih wajar. Sedang tiket masuk ke Gunung Slamet juga sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa.Yang utama adalah pelayanan petugasnya sangat baik. Mereka memberikan peta jalur pendakian, dan arahan soal larangan dan pantangan selama melakukan pendakian,” kata Hafizh.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!