by

Gunung Merapi Dua Kali Erupsi

-Peristiwa, Update-dibaca 2.00Rb kali | Dibagikan 49 Kali

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat telah terjadi dua kali erupsi di Gunung Merapi, Minggu (21 Juni 2020). Sebaran abu vulkanik Merapi turun di enam desa Kecamatan Srumbung. Yakni, Desa Kaliurang, Kemiren, Srumbung, Banyuadem, Kalibening dan Ngargosoko.

“Turun hujan abu yang menyebar di sejumlah desa wilayah Kabupaten Magelang. Sebagian abu vulkanik sampai di Desa Keningar dan Ngargosoka, Kecamatan Dukun,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan, Gunung Merapi sempat dua kali erupsi Minggu pagi (21 Juni 2020). Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.13 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 6.000 m di atas puncak (± 8.968 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi ± 5 menit 28 detik. Lalu erupsi kedua terjadi pada pukul 09.27 WIB. Kolom erupsi tidak teramati.

Sejak 28 Mei 2018, Gunung Merapi berada pada Status Level II (waspada). Dengan mempertimbangkan hal tersebut, BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan bebetapa hal. Di antaranya, potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Area dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat turun hujan di sekitar puncak Gunung Merapi

 

 

Comment

Berita Lainnya