by

Gula Semut Organik Purbalingga Semakin Laris Manis. Tembus Pasar di Yunani

-Bisnis, Update-dibaca 3.22Rb kali | Dibagikan 50 Kali

Gula Semut Organik Purbalingga semakin laris manis berkibar di pasar Eropa. Sebanyak 13 ton gula semut organik hasil produksi petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dari Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar dikapalkan ke Yunani, Rabu (24 Juni 2020) lalu.

Baca Juga: Tiwi-Dono Terima Rekomendasi Dari Megawati Untuk Maju di Pilkada Purbalingga

Baca Juga: PDI Perjuangan Purbalingga Gelar Konsolidasi Tiwi-Dono dan Pentas Wayang Kulit

Ekspor ke negara yang dikenal sebagai negerinya para dewa ini mampu meningkatkan penghasilan para petani. Gula semut organik ini dihargai lebih tinggi dengan selisih Rp 5.000 per kilogramnya dari harga di pasar lokal. Dengan demikian, para petani para penderes ‘Bumi Perwira’ Purbalingga mengantongi Rp. 312.000.000

Baca Juga: Ketua DPC PDI Perjuangan, Bambang Irawan: Mari kita tegak lurus dan mengamankan serta memenangkan pasangan Tiwi-Dono

Baca Juga: Perjuangan Koalisi Pelangi Terhenti. Partai Gerindra Purbalingga Siapkan Dua Opsi, Bergabung Tiwi-Dono atau Buat Poros Baru

“Ini adalah angin segar ditengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Alhamdulilah, gula semut produk Purbalingga berhasil menembus pasar Eropa dan terbaru sudah sampai ke Yunani,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, kepada media siber lintas24.com Kamis, (9 Juli 2020).

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat di Moscow, Rusia dalam rangka mempromosikan Produk Purbalingga di Pasar Eropa, Kamis, (1 Agustus 2019). Foto: Istimewa

Baca Juga: Pasangan Tiwi dan Dono Tunggu Penantang di Pilkada Purbalingga

Baca Juga:  Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Luncurkan Program “Jajag-Jujug Bae”

Ia mengungkapkan, akan terus mendukung potensi unggulan Kabupaten Purbalingga ini untuk semakin berkembang. Sekaligus mendorong Dinas Pertanian (Dinpertan) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) untuk terus bersinergi agar kualitas gula semut semakin terjaga dan pasar semakin berkembang luas.

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Gelontor Rp 50.000.000 Untuk  MTs Ma’arif NU 05 Majasari

Baca Juga: Benarkah Oji dan Jeni Bakal Jadi Penantang Tiwi-Dono di Pilkada Purbalingga? Ini Jawabannya

“Sinergitas Dinpertan dan Dinperindag harus solid, sehingga semakin memberi manfaat kepada para petani dan semakin mengibarkan produk lokal Purbalingga di pasar dunia,” katanya.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengungkapkan,  gula semut atau gula kelapa kristal organik Purbalingga semakin luas pangsa pasar ekspornya. Hal ini karena adanya kemitraan antara eksportir dengan para petani penderes dan pedagang gula kelapa.

Baca Juga: Gula Kelapa Organik Asal Purbalingga Bakal Terbang Ke Rusia

Baca Juga: DinKop UMKM Kabupaten Purbalingga Fokus Mendorong Pelaku UMKM Menguasai Teknologi Daring

“Saat ini ada 12 perusahaan eksportir yang telah bermitra di Purbalingga. Mereka yang memfasilitasi teknis pengkondisian lahan dan cara produksi organik melalui audit ketat sampai mendapat berbagai sertifikat organik dari berbagai lembaga sertifikasi dunia dari Jepang dan Eropa,” katanya.

Ia merinci, ada 12 perusahaan yang bermitra dengan petani Purbalingga yaitu, PT. Navil, PT. Itrek, PT. DAI, PT. MIO, PT. Integral Mulia Cipta, PT. Mana Anugrah Sejahtera, UD Brayan, KUB Central Agro Lestari dan Koperasi Nira Perwira.

Baca Juga: Adi Purwanto – Para Pelaku IKM Harus Konsisten

Baca Juga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Ingin Masyarakat Minum Kopi Asli Purbalingga

“Untuk meningkatkan kemanfaatan kepada para perajin gula kelapa, Dinpertan mendorong perusahaan untuk mengikutsertakan para penderes dalam jaminan sosial (asuransi),” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Tiwi Inginkan Perempuan Duduki Jabatan Strategis

Baca Juga: Gapoktan Manunggal Lestari Desa  Lamuk Terima Ilmu Budidaya Padi Organik dan Pembuatan Pupuk Organik MOL NASI

Ia menambahkan, Dinpertan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pengembangan produk gula kelapa organik, termasuk usulan pembentukan kawasan gula kelapa organik di Purbalingga. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan kerja di Denpasar, Januari lalu.

“Mentan berpesan, pertanian dengan sistem organik akan meningkatkan kualitas produksi pertanian yang lebih sehat.Pendekatan pertanian organik menjadikan lebih sehat, berkualitas, dan menjadi pilihan di pasar-pasar yang ada,” tuturnya

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengungkapkan Indonesia memiliki peluang dan potensi produk organik yang cukup besar untuk bersaing dan diminati pasar internasional.Saat ini trend konsumsi makanan sehat makin meningkat, banyak konsumen di dalam maupun luar negeri menginginkan produk organik karena ketika dikonsumsi lebih sehat bagi tubuh.

“Salah satunya, produk perkebunan yang sudah menembus pasar ekspor adalah Gula Semut Organik asal Purbalingga,” ungkapnya.

Menurut Direktur Perlindungan Perkebunan Kementan, Ardi Praptono, gula semut organik yang diekspor ke Yunani ini telah tersertifikasi organik berstandar Uni Eropa.

“Untuk fasilitasi pembiayaan sertifikasi gula semut organik dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan melalui dana Tugas Pembantuan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan KUB Sumber Rejeki, Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, tambah Ardi, merupakan salah satu binaan Ditjen Perkebunan dalam kegiatan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditi Perkebunan. Luas areal perkebunan kelapa organik yang dikelola KUB Sumber Rejeki mencapai 28,6 Ha dan diusahakan oleh 188 KK petani.

“Salah satu tujuan kegiatan Desa Pertanian Organik Berbasis Perkebunan adalah untuk meningkatkan nilai tambah komoditi organik dan menyasar ke pangsa pasar lokal dan ekspor,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, papar Ardi, dilakukan pembinaan, pendampingan, penyediaan input produksi dan sertifikasi organik kepada kelompok tani perkebunan yang diusahakan secara organik.

“Semoga dengan ekspor gula semut organik ini, dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Purbalingga,” tuturnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya