by

Gula Kelapa Organik Asal Purbalingga Bakal Terbang Ke Rusia

-Dunia, Update-dibaca 48.66Rb kali | Dibagikan 116 Kali

Produk gula kelapa organik asal Purbalingga dipastikan bakal terbang ke Rusia. Kepastian kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU antara pengusaha Indonesia dan Rusia di Ritz Carlton Hotel Moscow, Kamis (1 Agustus 2019).

Baca Juga : Kelapa Menjadi Komoditas Unggulan Pertama

Dalam pesan tertulis yang diterima cyber media lintas24.com menyatakan dalam perjanjian kerjasama dagang Indonesia-Rusia Business Forum di Moscow, Rusia, bahwa perusahaan tersebut akan mengimpor. Tiga perusahaan dari Rusia selaku pembeli yang menyepakati perjanjian diantaranya : Nutspride (Moscow) melalui Purchasing Manager – Nut and Dried Products yakni Kuznetcova Elena Gennadyevna, Ecofood (Moscow) melalui Managing Director yakni Rashied Utsiev, dan Palm Goods Trading Company (Moscow) melalui Product Development Vice Manager yakni Alexey Zverev.

Baca Juga : Pesta Rakyat Perantau Purbalingga, Papeling Promosikan Produk Unggulan Purbalingga

Adapun pengusaha Indonesia yang akan mengekspor gula kelapa organik ini yakni PT Integral Mulia Cipta melalui Managing Director yakni Mario Ngensowdijaja. Seperti yang diketahui, PT Integral Mulia Cipta sebelumnya telah bekerjasama dengan UD Saudara selaku produsen gula kelapa atau gula kristal organik dari Purbalingga.

Pada kesepakatan tersebut, pihak PT Integral Mulia Cipta menunjukkan niat untuk membuka dan memperluas pasar di wilayah Rusia untuk produk kelapa organik seperti: gula kelapa organik, minyak kelapa organik, sabut kelapa organik, santan kelapa organik, dan chips kelapa organik. Sedangkan ketiga perusahaan dari Moscow tersebut akan menjual dan memasarkan produk dari PT Integral Mulia Cipta di wilayah Rusia, ketika harga dan kualitas dapat diterima untuk pasar Rusia.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM yang turut hadir sebagai saksi atas kesepakatan tersebut, bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan Kepala Bekraf, Triawan Munaf  memberikan apresiasi atas kesepakatan bisnis antara Indonesia dengan Rusia ini. Terlebih pelaku usaha bahkan penderes-penderes dari Purbalingga ini turut andil di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan pasar Rusia akan gula kelapa organik.

“Kesepakatan pemesanan impor oleh Rusia ini senilai total 100.000 dolar AS Melalui kesepakatan ini, diharapkan para petani penderes bisa mengambil manfaatnya yakni meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan adanya akses dan jalinan pasar-pasar penjualan yang baru ini, maka pendapatan para pelaku usaha di sektor ini akan bertambah,” tuturnya.

Tidak hanya Purbalingga, dalam lingkup Jawa Tengah mencatatkan sepuluh perjanjian kerjasama investasi dan dagang dalam Indonesia-Rusia Business Forum di Moscow, Rusia ini. Untuk kerja sama dagang, Rusia sepakat akan impor berbagai produk. Di antaranya produk kapsul jamu senilai 5.000.000 dolar AS, produk karagenan dan jelly 55.000 dolar AS serta produk mebel 1.000.000 dolar AS. Rusia juga memesan produk gula merah organik senilai total 100.000 dolar AS dan produk kerajinan bambu senilai 6.000 dollar AS.

Baca Juga : Persibangga Purbalingga Bertekad Berjuang Tegak Lurus Rebut Poin

Forum bisnis ini merupakan rangkaian Festival Indonesia Moscow yang digelar setiap tahun. Pameran produk dan kebudayan ini menyedot 1000 pengunjung dan pengusaha Rusia.

Delegasi Jateng yang dipimpin langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut ambil bagian dalam festival  yang dibuka pada Jumat (2/8/2019) hari ini. Meski bukan termasuk delegasi dengan personel terbanyak, namun promosi investasi dan perdagangan Jateng sangat efektif.

Selain berhasil mencatatkan kerja sama ekspor, Jateng juga dilirik investasi di bidang industri dan infrastruktur. Di antaranya dari PT Asia Starch International dan PT Dredolf Indonesia untuk Investasi Industri Starch Terintegrasi senilai 1 miliar Euro. Kemudian dari Evrascon juga berminat menjajaki investasi infrastruktur di Jateng seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.

Menurut Ganjar, panen kerja sama ini tidak mengejutkan. Sebab provinsi yang dipimpinnya saat ini punya daya saing tertinggi di Indonesia. Selain kondusivitas wilayah dan ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah kompetitif, Jateng punya berbagai kemudahan investasi. Seperti pelayanan perizinan terpadu, reformasi peraturan perizinan dengan sistem online.

”Kemarin kita dapat peringkat pertama pada investment awardoleh pemerintah pusat,” kata Ganjar.

Baca Juga : Jumlah Pengangguran di Purbalingga Sulit Terpantau

Pencatatan ekspor di Moscow, lanjut Ganjar, memperkuat ekspor Jateng ke Rusia yang nilainya cenderung naik. Pada tahun 2017 sebesar 23 juta dolar Amerika naik menjadi 30 juta dolar Amerika pada 2018. Komoditi ekspor yang paling banyak diminati Rusia selama ini yakni pakaian jadi bukan rajutan, alas kaki, kayu dan barang dari kayu, barang rajutan, dan perabot penerangan.

Mantan anggota DPR RI ini berharap selama festival yang berlangsung hingga 4 Agustus tersebut, semakin banyak produk Jateng yang bisa dijual di Negeri Beruang Merah.

”Ada banyak produk kita yang berkualitas dan menarik seperti kacang, kopi, furnitur, gula merah organik, biskuit dan makanan ringan, batik lurik dan lainnya, kita berharap semakin laris dan meningkat ekspornya,” ujar Ganjar

 

 

Comment

Berita Lainnya