by

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo: Harus Jujur Isi Data PPDB SMA/SMK Jateng, Jika Tak Jujur  Bisa Dicoret

Orang tua calon peserta didik diingatkan untuk tidak memalsukan data saat mendaftarkan anaknya ke sekolahan. Jika nekat dan terbukti, sekolah tak segan untuk mengeluarkan siswa yang bersangkutan.  Selain itu, PPDB 2020-2021 tak lagi membutuhkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), bagi siswa miskin. Sebagai gantinya, tahun ini akan menggunakan data milik kementrian sosial.

“Ketika mengisi data sesuai kenyataan, kalau tidak (meskipun) dia (siswa) diterima dan data salah (tak jujur) dicoret lho. Ini saya ingatkan nanti dicoret. Hati-hati ya. Termasuk untuk yang miskin dulu pernah gunakan SKTM maka, sekarang pakai data dari Basis Data Terpadu (BDT),” tutur Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai menerima presentasi terkait Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA dan SMK, Senin (15 Juni 2020).

Selain penggunaan BDT lanjut Ganjar Pranowo, pada tahun ajar 2020-2021 kriteria siswa tidak mampu juga dilihat dari mereka yang memiliki kartu PKH, pemegang KIP dan Kartu Miskin.

“Semuanya, berbasis data yang telah terverifikasi oleh instansi pengampu,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri mengatakan, daya tampung SMA dan SMK di Jateng tahun 2020-2021 mencapai 208.215 siswa.  Jumlah itu terdiri dari daya tampung SMA 111.547 dan siswa SMK 96.668. Jika dibandingkan tahun ajar 2019-2020 ada penyusutan sejumlah 7.941, dari daya tampung sebelumnya yang mencapai 216.156 siswa SMA dan SMK. Sementara itu jumlah lulusan sekolah tingkat pertama (SMP, MTS dan SMP Terbuka) tahun 2020 mencapai 513.444.

“Kami sudah melakukan ujicoba, tidak ada tatap muka,namun semua data diupload. Hanya saja, nanti pada saat daftar ulang di tanggal 1-8 Juli kita mengundang siswa untuk melihat pakta integritas yang dibuat. Namun itu akan dilihat sesuai protokol kesehatan,” paparnya.

Ia menyebut, untuk jenjang SMA jalur zonasi adalah 50 persen. Sementara itu, jalur prestasi sebanyak 30 persen, jalur afirmasi 15 persen dan terakhir, jalur perpindahan orang tua sebanyak lima persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMK sebanyak 80 persen adalah jalur prestasi. Sisanya sebanyak 20 persen adalah jalur afirmasi, yang terdiri dari siswa miskin sebanyak 15 persen dan siswa putra dan putri petugas penanganan covid-19 sebanyak 5 persen.

Terkait afirmasi, bagi putra petugas medis penanganan Covid-19, saat ini terpantau ada sebanyak 2.032 siswa. Jumlah itu, sudah dikonfirmasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.  Dari 35 kota dan kabupaten, jumlah putra-putri tenaga Covid-19 terbanyak berada di Kota Semarang dengan 221 orang.

Disusul dengan Kabupaten Pati sejumlah 97 orang, kemudian Kabupaten Sragen sejumlah 81 orang. Sedangkan, Kota Pekalongan, memiliki persebaran putra-putri tenaga kesehatan covid-19 paling sedikit, yakni 10 orang.

PPDB SMA dan SMK Jateng dimulai pada lusa Rabu (17 Juni 2020) hingga Kamis  (25 Juni 2020), Kemudian, daftar ulang ditetapkan pada tanggal 1-8 Juli 2020.  Sedangkan, hari pertama pembelajaran akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Comment

Feed Berita