by

Gapoktan Manunggal Lestari Desa  Lamuk Terima Ilmu Budidaya Padi Organik dan Pembuatan Pupuk Organik MOL NASI

-Inspirasi, Update-dibaca 2.49Rb kali | Dibagikan 85 Kali

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Lestari Desa Lamuk Kecamatan Kejobong mengikuti Sekolah Lapang (SL). Kegiatan yang diikuti 30 Petani diselenggarakan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kejobong Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga di balai pertemuan kelompok tani Dusun 1 Rawa Keong, Rabu (2 Juli 2020).

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kejobong, Agus Slamet Hamarsudi mengungkapkan, pertemukan kali ini adalah pertemuan yang kedua dengan mengenalkan kepada petani di Desa Lamuk untuk budidaya pertanian organik dan pembuatan MOL (Mikroba Organisme Lokal) berbahan nasi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk dan pestisida kimia

“Dalam pertemuan ini teman-teman petani dibekali Ilmu cara budidaya padi organik dan pengolahan pupuk organik. Untuk pertemuan tahap selanjutnya akan mendatangkan instruktur lokal. Materinya, cara membuat MOL NASI mempraktekan,” ungkapnya kepada cyber media Lintas24.com di sela-sela pertemuan.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan MOL NASI akan berdampak mengurangi biaya produksi karena murah dan mudah serta tidak memerlukan keterampilan tinggi dan mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk dan peptisida kimia.

“Penggunaan pupuk organik  seperti contoh dengan cara pembuatan dan penggunaan MOL NASI, Petani bisa mandiri untuk membuat  dan menggunakan untuk menghemat dalam biaya produksi pertanian karena mudah dan murah dalam mencari bahan – bahannya serta dalam pengolahannya tidak memerlukan keterampilan tinggi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, MOL merupakan cairan yang terbuat dari bahan – bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan – bahan organik atau dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang dikembangkan dari mikroorganisme tersebut.

Secara singkat  ia menjelaskan, untuk membuatnya disiapkan diantaranya nasi segar , serasah daun bambu, yang sedang mengalami dekomposisi (lapuk) dalam kondisi lembab. Setelah bahan bahan sudah disiapkan selanjutnya  masukan Seresah bambu kedalam peti/kardus dan masukan nasi segar 10 kepal, masukan seresah bambu kembali dan simpan di tempat yang sejuk (terhindar matahari atau hujan) selama 5 hari.

Setelah 5 hari bukak kardus atau  peti dan ambil nasi yang sudah berwarna merah , hijau atau kuning dan masukan nasi ke dalam  tong plastik atau ember berisi 5 liter air cucian beras atau leri dan 3 persen gula merah kurang lebih 1.5 ons .

“MOL NASI siap digunakan untuk dekomposer pupuk organik.Khusus untuk digunakan sebagai dekomposer atau campuran kompos untuk pupuk organik dengan komposisi laruran 1 liter MOL NASI dicampur dengan 5 liter air tawar dan tambahkan gula merah 1 persen atau 0.25 ons,” ungkapnya.

Peserta SL, Ahmad Sakirin mengaku senang mendapatkan ilmu budidaya padi organik dan juga pupuk organik.

“Saya pribadi dan mewakili teman-teman menyampaikan terima kasih kepada petugas penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga yang bertugas di wilayah Kecamatan Kejobong , karena dengan diadakan pertemuan ini  bisa menambah persaudaraan dan menjadi lahan Ilmu baru bagi petani untuk menerapkan ilmu yang sudah dibekali dan budidaya padi organik serta  pembuatan MOL NASI yang diberikan oleh Instruktur Pertanian,” tuturnya.(yoga tri cahyono)

 

 

Comment

Berita Lainnya