Ganjar Pranowo Perintahlan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Periksa Bangunan Sekolah

By: On: Dibaca: dibaca 843x
Ganjar Pranowo Perintahlan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Periksa Bangunan Sekolah
(Foto dari Humas Pemprov Jateng)

Di tengah kondisi cuaca yang buruk, bangunan sekolah yang ada di Jawa Tengah (Jateng) harus dipastikan dalam kondisi baik. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng dan juga seluruh kepala sekolah untuk mengecek kondisi bangunan sekolahnya.

“Saya perintahkan agar seluruh kepala sekolah untuk proaktif terkait antisipasi kejadian serupa. Tidak hanya persoalan bencana saja, namun juga kondisi gedung menghadapi cuaca buruk, soal pengelolaan aset, informasi sekolah baik siswa, gedung dan seluruh fasilitasnya,” tutur Ganjar.

Ganjar menjelaskan,  pihaknya melalui Dinas Pendidikan sudah mengirimkan surat kepada seluruh kepala sekolah di Jateng tentang perintah itu. Ganjar tidak mau kejadian ambruknya aula SMKN 1 Miri Sragen, Rabu (20 Nopember 2019) membuat semuanya panik dan repot.

“Sore ini saya mendapat laporan, bahwa Dinas Pendidikan sudah mengirimkan perintah itu. Saya minta dicek bangunan yang kira-kira berpotensi bahaya. Sekalian saja ngeceknya, biar kita tidak kagetan. Saya tidak mau semua panik, meskipun jangan-jangan memang ada beberapa kualitas bangunan sekolah kita kurang baik. Tapi kalau sudah bencana, memang tidak bisa diprediksi, terangnya,” pinta Ganjar

Ganjar juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya Pemkab Sragen, beberapa rumah sakit dan seluruh pihak yang telah bekerja menangani bencana ambruknya sekolah di SMKN 1 Miri Sragen itu. Ini sistem gotongroyong yang berjalan bagus. BPBD turun tangan, Bupati menjamin biaya rumah sakit. Karena kami komitmen membantu kesehatan, maka setelah dari rumah sakit ini, biar kami yang menanggung, tegasnya.

Disinggung terkait pembangunan kembali aula SMKN 1 Miri yang ambruk, Ganjar mengatakan menemukan sedikit kendala. Dari bencana itu, diketahui bahwa tanah sekolah merupakan aset Bondho Deso.

“Ternyata itu asetnya bondho deso, jadi kalau mau bangun tidak pas karena itu bukan milik kami. Maka kami minta agar aset itu dihibahkan ke kami untuk dibangun. Kalau belum bisa, maka pembangunan akan kami lakukan menggunakan dana CSR. Informasinya sudah ada salah satu BUMN yang mau bantu,” tuturnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!