Galih Wahyu Sejati DALANG CILIK IDOLAKAN BRATASENA

By: On: Dibaca: 143,076x
Galih Wahyu Sejati  DALANG CILIK IDOLAKAN BRATASENA

 

galih

 

Galih Wahyu Sejati siswa kelas 2 SMP Negeri I Wonosobo, tertarik dengan pada dunia pewayangan berawal dari mendengarkan dongeng tentang wayang yang selalu diceritakan oleh kakeknya. Galihpun berkeinginan belajar menjadi dalang.

Talenta mendalang diasah sejak usia 3 tahun, ia mulai belajar memainkan wayang kepada seorang dalang asal Kretek, Wonosobo, Ki Dalang Hadi Purwono. Dari ketekunannya belajar tentang cerita wayang, impiannya menjadi dalang terlaksanakan. Pertama kali pentas menjadi dalang di Taman Budaya Surakarta (TBS). Kini ini telah mulai keliling sejumlah kota untuk memainkan cerita dunia perwayangan. Galihpun pernah menyabet juara satu pada festival dalang cilik di Universitas Negri Yogyakarta (UNY).

Anak dari seorang karyawan tata usaha di SMK 2 Wonosobo ini memiliki pandangan tersendiri terhadap dunia perwayangan. “Wayang merupakan seni tradisional yang unik. Banyak mengandung pesan moral yang baik,”ungkap bocah kelahiran 15 Juni 2002 kepada elemen dan lintas24.com (24/10).

Galih mengidolakan tokoh Bratasena yang pemberani dan berjiwa mulai, suka membantu sesama. Dari tokoh Bratasena dapat diperik pelajaran bagaimana Bratasena menjalani prosesnya meguru (berguru,mencari ilmu). Tokoh yang menggambarkan sebagai kesatria yang tangguh, pemberani, jujur, bermoral baik dan memiliki rasa hormat yang tinggi pada orang tua, guru serta pemimpinnya.

“Ini tokoh idola saya, agar tidak mudah menyerah dalam mencari ilmu atau meguru. Karena, seperti yang dijalani Bratasena, meguru itu tidaklah gampang,”ungkap Galih disela-sela pementasan wayang pakeliran pada pada acara pagelaran Karangjati Gumregah yang dihadiri oleh Bupati Banjarnegara.

Di mata guru dan teman-temannya, Galih adalah anak yang sopan dan pintar bergaul. Ia pribadi yang menyenangkan dan penuh humoris. Maka tak heran, ia banyak mendapatkan teman-teman di berbagai lingkungan pergaulan.

Dia juga tahu, kapan harus belajar, bermain, dan bercanda. Hampir semua teman-temannya di sekolah maupun di sanggar menyukai pribadinya. Dia lebih suka menjadi dirinya sendiri. Galih ingin mengukir prestasi dengan segala potensi dan kemauannya yang kuat.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!