Menu
Media Online Terpercaya

Gagal Sepakat, Dugaan Pencemaran Nama Baik Kodim Tegal oleh GNPK-RI Berlanjut

  • Share

Proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik institusi terhadap Ketua GNPK-RI Basri Budi Utomo dipastikan bergulir. Pasalnya, mediasi antara Kodim 0712 Tegal dengan Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) gagal menemui kesepakatan damai di Mapolres Tegal Kota, Kamis (25 Maret 2021).

“Kasus ini sebelumnya dilaporkan Dandim Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar. Dalam prosesi tadi, saya katakan mediasi gagal atau tidak berhasil. Artinya kasus tetap akan dilanjutkan. Kita tunggu saja proses berikutnya, karena kita masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Syuaib Abdullah.

AKBP Rita Wulandari Wibowo  menjelaskan, selanjutnya tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti. Dari pihak para ahli sebelumnya juga sudah dimintai keterangan sebelum ke tahap mediasi.

“Maka sebentar lagi kita akan gelar perkara. Untuk menemukan apakah akan ditingkatkan ke tingkat penyidikan. Ketika unsur-unsur terpenuhi maka dilanjutkan pemberkasan kemudian kita kirimkan sampai mendapatkan penelitian berkas oleh kejaksaan,” terang AKBP Rita Wulandari

“Dan nanti kita lihat apakah jaksa melihat ini memenuhi unsur atau tidak mereka yang akan membuat analisanya. Ketika terpenuhi P21 ya sepertinya bergulir di persidangan,” sambung Rita

Rita mengatakan, proses mediasi merupakan salah satu upaya baru Polri terkait kasus ITE yang mengandung sejumlah unsu. Di antaranya dugaan pencemaran nama baik, fitnah, hingga penghinaan kepada penguasa.

“Penyelesaian perkara melalui restorative justice atau keadilan restoratif. Proses mediasi, atau bahasa umumnya musyawarah ini untuk mencari hal-hal yang bisa diselesaikan dengan damai sehingga tidak berujung ke pengadilan,” pungkas Rita.

Diberitakan sebelumnya, Ketua GNPK-RI Basri Budi Utomo dilaporkan Komandan Kodim 0712 Tegal, Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar ke kepolisian. Basri diduga telah mencemarkan nama baik institusinya karena menyebarkan berita bohong di media sosial.

Kasatreskrim, AKP Syuaib Abdullah membenarkan telah menerima laporan resmi dari Dandim pada 28 Februari 2021 lalu.

“Pelapornya langsung Bapak Dandim. Terkait dugaan pencemaran nama baik, menyebarkan berita bohong, serta penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum,” katanya di Mapolres, Rabu (17 Maret 2021).

Syuaib menjelaskan, sebelumnya terlapor mengunggah status ke media sosial Facebook yang menyebut adanya dugaan korupsi di lingkungan Kodim 0712 Tegal. Karena merasa dicemarkan dengan unggahan tersebut, pihak Kodim selanjutnya melapor ke kepolisian.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *