by

Film Daring dan Gerobag Gorengan Terima Anugerah  Film Fiksi dan Film Dokumenter Pelajar Terbaik Festival Film Purbalingga 2020.

-Budaya, Update-dibaca 8.88Rb kali | Dibagikan 47 Kali

Festival Film Purbalingga (FFP) ke 14 tahun 2020 menganugerahkan Film Fiksi Pelajar Terbaik untuk  film “Daring” sutradara Barkah Hidayat Abdullah dari SMA Negeri Kejobong Purbalingga di program kompetisi film pelajar.

Malam penganugerahan FFP ini digelar di Bioskop Misbar Purbalingga yang terletak di komplek Usman Janatin Purbalingga City Park Purbalingga pada Sabtu, 31 Oktober 2020. FFP sendiri digelar selama sepekan.

“Senang sekali film kami jadi yang terbaik, karena ekskul film sebenarnya juga belum lama di sekolah kami. Namun mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun pihak guru,” ujar Barkah Hidayat Abdullah sutradara “Daring”.

Untuk kategori Film Dokumenter Pelajar Terbaik diraih “Gerobag Gorengan” sutradara Erika Hartini dari SMK Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara. Sementara pada penyelenggaraan FFP tahun ini ini menghasilkan Penghargaan Khusus Dewan Juri. Penghargaan itu diraih film fiksi pelajar berjudul “Blusukan” sutradara Alfian Sabri Ramadani dari SMA Negeri Bobotsari Purbalingga.

Sementara sutradara “Gerobag Gorengan” Erika Hartini mengungkapkan film yang ia sutradarai berkisah tentang kehidupan dirinya.

“Saya sebagai pelajar sekaligus anak yang membantu ekonomi keluarga di tengah pandemi,” katanya.

Menurut salah satu dewan juri fiksi Bambang Kuntara Murti, film “Daring” mengambil sudut pandang yang personal, namun secara cermat bisa memberikan kritik sosial terhadap publik.

“Film ini cukup kuat dalam menggunakan satu lokasi untuk menyampaikan pesan yang besar,” ungkap pegiat komunitas film asal Yogyakarta.

Dewan juri dokumenter, Abdul mengatakan, film “Gerobag Gorengan” mengangkat tema penting dalam kehidupan sosial kita, yaitu potret kehidupan masyarakat miskin dalam kondisi pandemi saat ini.

“Kekuatan film ini terletak pada cerita, simbol, serta kesederhanaan dalam menyampaikan pesan,” katanya

FFP yang merupakan program tahunan CLC Purbalingga, tahun ini memberikan penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman atau maestro seni tradisi kepada grup kesenian Krumpyung pimpinan Mbah Sulemi asal Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.

Sementara penghargaan Lintang Kemukus modern diberikan kepada Heru Triarso, seorang musisi dari Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, SH, M.Si dalam pidatonya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Ir. Setiyadi, M.Si mengapresiasi para pegiat perfilman di Purbalingga yang ditengah Pandemi Covid-19 berhasil menyelenggarakan festival film.

“Ini satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang konsisten menggelar festival film selama 14 tahun yang penyelenggaranya sebuah komunitas masyarakat,” jelasnya.

Comment

Berita Lainnya