by

Festival Film Purbalingga ke 14 tahun 2020 Siap Digelar Ditengah Pandemi Covid-19

-Teknologi, Update-dibaca 19.49Rb kali | Dibagikan 150 Kali

Festival Film Purbalingga (FFP) ke 14 tahun 2020 segera dilaksanakan ditengah pandemic Covid-19. Perhelatan FPP tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara marathon di sejumlah desa di wilayah Banyumas Raya.

Baca Juga: Bekraf  Hibahkan Bioskop Misbar Ke CLC Purbalingga

Baca Juga: Cinema Lovers Community Siap Gelar Festival Film Purbalingga 2020

Baca Juga: Kompetisi Dokumenter Buruh Migran Kembali Digelar

Baca Juga: Asyik, Akhirnya Bisa Nonton Bioskop Misbar Purbalingga

Beberapa program yang menghadirkan banyak warga terpaksa ditiadakan, seperti program Layar Tanjleb keliling desa se-Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen) dan program Kompetisi Film Favorit SMA Pilihan Penonton.

Direktur FFP, Bowo Leksono, pandemic Covid-19 yang belum usai memaksa penyelenggaraan FFP di tahun ke-14 hanya berjalan sepekan, yaitu mulai 24 -31 Oktober 2020. Pandemi juga mengharuskan festival film ini digelar secara virtual via kanal Youtube Misbar Purbalingga.

Baca Juga: CLC Kolaborasikan FFP 2016 dan Dolan Purbalingga

Baca Juga: SMK YPLP Purbalingga Kawah Candramuka Sineas Muda

Baca Juga: SMK HKTI 2 Purwareja Klampok Produksi Film

Baca Juga: 5 Hal Baru Warnai Festival Film Purbalingga 2017

“FPP ke 14 tahun 2020 ini secara resmi akan dibuka pada Sabtu (24 Oktober 2020) malam di Bioskop Misbar Purbalingga. Yang terletak di komplek Usman Janatin Purbalingga City Park, Jalan Ahmad Yani Nomor 57 Purbalingga,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kedai Pojok komplek Usman Janatin Purbalingga City Park, Selasa (20 Oktober 2020)

Ia menjelaskan, waktu penyelenggaraan yang biasa direncanakan sepanjang Juli, selama sebulan penuh, juga mundur hingga Oktober dan hanya sepekan. Program utama FFP, yaitu Kompetisi Film Pelajar setingkat SMA Banyumas Raya digelar dengan mengusung tema “Pandemi Covid-19”.

Baca Juga: Dewan Kesenian dan Bioskop Misbar Purbalingga Gelar Pentas Virtual Mengenang Sapardi Djoko Damono

Baca Juga: Kangen Manggung Besutan Dewan Kesenian Purbalingga Dipentaskan Live Streaming Tanpa Kehadiran Penonton

“Sehingga film yang masuk pendaftaran, baik yang kategori fiksi maupun dokumenter, semuanya berkisah tentang perspektif pelajar terhadap situasi pandemi. Diharapkan tema ini menjadi stimulus agar para pelajar bisa terus kreatif walaupun sedang dalam keterbatasan,” katanya

Ia mengaku akan tetap berkomitmen memberikan tontonan yang menarik dan edukatif kepada masyarakat lewat daring. Sementara di tempat pemutaran penonton dibatasi dengan mempetimbangkan aspek kesehatan.

Baca Juga: Minikino Gelar Seminar dan Pemutaran Daring Indonesia Raja 2020

Baca Juga: Minikino Film Week 6, Bali International Short Film Festival Resmi Berakhir

Baca Juga: Minikino Film Week Ke-6 Hadirkan Forum Diskusi Berkualitas

Baca Juga: Rentetan Prestasi Minikino dan Persiapan Minikino Film Week 6 Tahun 2020 di Bali

“Sedih memang jika FFP tahun ini tidak bertemu langsung penonton, utamanya masyarakat desa. Tapi bagaimana lagi, kami harus menyesuaikan,” katanya

Pegiat FFP Nur Muhammad Iskandar, ada 14 film fiksi dan 5 film dokumenter pelajar yang didaftarkan. Film-film kompetisi pelajar yang masuk meja pengelola festival selanjutnya dikurasi dan hasilnya 7 film fiksi dan 5 film dokumenter yang akan diputar secara langsung di akun Youtube Misbar Purbalingga

“Secara kuantitas turun, namun pelajar yang berhasil memproduksi film adalah sebuah kemenangan awal, dimana saat ini karena situasi, antarmereka sulit berkomunikasi secara wajar,” ujarnya.

Baca Juga: “KPK Rika Ora Dewekan” Bukti Keprihatinan Pegiat Seni Purbalingga

Baca Juga: DKP Berhasil Kumpulkan Donasi Rp 13 Juta Saat Pentas Virtual Kangen Manggung

Baca Juga: Pelajar Ikuti Workshop Pembinaan Karakter Lewat Film

Baca Juga: Purbalingga Merindukan Skenario Berkualitas

Iskandar menambahkan. program lain yakni pemutaran dan diskusi film-film dari Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) Korda Banyumas Raya dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Kabupaten Purbalingga. ADN adalah sebuah jejaring pembuat film dokumenter se-Indonesia, nantinya diskusi ini akan mengusung tema “Rekam Pandemi”.

“Rekam Pandemi merupakan program bersama ADN yang bercerita tentang situasi pandemi di wilayah Indonesia. Sedangkan GSMS, merupakan program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan berkesenian di tingkat sekolah ,” tuturnya

Selain itu, FFP tahun ini mengundang Fanny Chotimah dari Surakarta dan Bambang ‘Ipoenk’ KM dari Yogyakarta dalam program Focus On. Dalam program ini akan diputar film-film karya mereka dan dilanjutkan diskusi dengan peserta.

Nantinya kedua narasumber juga mengadakan lokakarya produksi film pelajar. Lokakarya ini diharapkan bisa menjadi media bagi para pelajar untuk menambah pengetahuan terkait produksi film.

Selain pentas seni, program berupa penghargaan Lintang Kemukus kepada seniman tradisi dan modern tetap dipertahankan. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan para pegiat film di Banyumas Raya kepada para seniman pendahulunya.

Tahun ini, FFP kembali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Selain itu didukung juga oleh Banper Bekraf, pengelola Usman Janatin Purbalingga City Park, Braling Grand Hotel Purbalingga, Kedai Pojok, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Tuka Tuku Purbalingga.

 

 

Comment

Berita Lainnya