Festival Barikan, Ritual Warga Desa Karangbale Brebes Minta Hujan

By: On: Dibaca: dibaca 8.36Rbx
Festival Barikan, Ritual Warga Desa Karangbale Brebes Minta Hujan

Masyarakat Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes menggelar ikhtiar Barikan. Tradisi leluhur yang sudah turun-temurun ini dilakukan untuk memohon agar Allah SWT memberikan hujan. Sehingga, keberkahan akan turun dari langit yang nantinya akan mengaliri sawah, perkebunan dan sumber air bersih bisa terisi.

Kepala Desa Karangbale, Sumeru menuturkan, Barikan berasal dari kata barokah ataupun berkah jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Dengan harapan, ketika Barikan dilangsungkan maka Allah akan menurunkan hujan yang penuh keberkahan.

“Ritual Barikan sudah berlangsung lama bila musim kemarau tiba di desa kami. Ini berisi doa-doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang penuh barokah untuk warga kami dan Brebes pada umumnya,” ujar, saat prosesi Barikan berlangsung di Gunung Nyapa, desa setempat, Sabtu (7/9).

Festival Barikan diawali dengan doa dan makan tumpeng bersama di aula kantor Desa Karangbale. Selanjutnya, ada juga arak arakan pengantar Lebe Desa (Modin) yang menaiki kuda, untuk dimandikan dalam ritual Barikan. Tersusun rapi juga barisan pembawa juada pasar, buah-buahan, kembang setaman, dan gunungan hasil bumi menuju Gunung Nyapah sejauh 1 kilometer sebagai tempat ritual. Usai acara inti, tamu undangan disuguhi penampilan seni budaya local antara lain tari jaipong dan pencak silat.

Ritual Barikan sendiri dikemas dalam bentuk festival budaya yang mengandung nilai agama dan sekaligus bisa dijadikan wisata kearifan lokal. Dalam pelaksanaannya, terdapat sedekah bumi, pertunjukan kesenian dan sudah tentu ada ekonomi kerakyatan yang bergeliat.

Ia berharap, setelah Barikan digelar, maka hujan segera turun, sehingga masyarakat sejahtera, makmur dan diberikan keselamatan serta terhindar dari musibah bencana alam.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!