FEDEP Purbalingga Pacu Daya Saing UKM Melalui Kemasan

By: On: Dibaca: 119,217x
FEDEP Purbalingga Pacu Daya Saing UKM Melalui Kemasan

DSC_0062

PURBALINGGA – Kemasan produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Purbalingga masih banyak dibuat apa adanya. Kemasan dipasaran juga belum memenuhi aspek estetika atau keindahan, ergonomis atau mudah dipegang, dan faktor keamanan produk.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Kabupaten Purbalingga, Tri Daya Kartika (22/11).

Dikatakan, kecenderungan konsumen saat ini melihat dulu kemasannya baru kemudian rasanya. Hal itu jelas harus menjadi fokus perhatian, khususnya bagi para pelaku UKM untuk menampilkan desain kemasan yang menarik.

“Banyak kemasan produk UKM yang tidak standar, dan pelaku UKM enggan untuk membenahi kemasan disebabkan masalah biaya dan mereka tidak tahu harus mencari ke mana untuk membuat kemasan yang lebih bagus dan aman,”ungkap Tri Daya Kartika kepada elemen dan lintas.24.com.

Tri Daya menambahkan, disinilah peran kolaborasi lembaga untuk membantu dan memfasilitasi UKM memperbaiki desain kemasannya. Belum lama ini FEDEP bersama dengan Bappeda dan Disperindagkop melakukan Cross Learning Packaging ke Lembaga Pengembangan Kemasan UKM Indonesia di Mojokerto dan PT. Putra Mandiri Interpack di Sidoarjo.

“Tujuannya adalah mencari referensi pembuatan rumah kemasan. Nantinya kita akan membuat rumah kemasan sendiri di Purbalingga. Jadi nanti hasilnya ini dapat segera dinikmati oleh pelaku UKM. Tidak perlu membuat desain kemasan produk yang mahal, yang penting kemasan itu dapat merangsang konsumen untuk membeli produk,”ungkap Tri Daya.

Kasubid Prodistribusi BAPPEDA, Ir. Hikmanudin menambahkan, dari sisi distribusi, kemasan juga memegang peranan penting karena dengan kemasan produk akan mudah disusun, dihitung, ditangani dan disalurkan secara lebih baik dan cepat. Kemudahan dalam distribusi menjadikan kemasan didesain tertentu dan dengan ukuran yang mudah untuk dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sebenarnya, saat ini sangat banyak produk lokal UKM Purbalingga yang memiliki potensi bersaing cukup tinggi di pasar modern.

“Sayangnya, masih banyak produk lokal yang dihasilkan UKM masih lemah dalam desain kemasan disamping pasokan dan kuantitas juga masih sering terkendala,”ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Hikmanudin para pelaku UKM perlu pengembangan aspek manajemen, utamanya pemasaran dan pengembangan akses pasar.

“Terpenting, harus dibekali pula dengan aspek pengembangan inovasi, desain dan kemasan produk serta akses permodalan,”katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kabid Industri Dinperindagkop, Agus Purhadi Satya, SH. Diungkapkan Agus, kemasan merupakan media pemasaran dalam menginformasikan produk. Pada kemasan terdapat beberapa informasi yang sangat mendukung bagi orang yang pertama kali melihatnya, seperti rasa, berat, waktu kadaluarsa dan informasi lainnya.

“Persaingan produk yang semakin ketat di pasaran, mengharuskan pelaku UKM mau meningkatkan fungsi kemasan agar konsumen tertarik untuk membeli,”ungkapnya. (Mahendra Yudhi Krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!