Erni Widyawati Tasdi – Pendidikan Harus Menjadi Perhatian Utama

By: On: Dibaca: 9,477x
Erni Widyawati Tasdi – Pendidikan Harus Menjadi Perhatian Utama

 

Pendidikan menjadi komponen yang sangat penting bagi Anggota Fraksi PDIP DPRD Purbalingga Erni Widyawati dalam membangun Kabupaten Purbalingga. Bahkan, aspek pendidikan juga bagian dari penentu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Menurutnya perhatian pendidikan Pemerintahan Bupati H Tasdi SH MM sudah terlihat nyata dan patut mendapatkan apresiasi.

“Meningkatkan IPM memang bukan perkara yang mudah, sebagai anggota DPRD kami menilai pemerintahan Bupati Tasdi perhatiannya dalam hal pendidikan cukup baik, bahkan berani membuat gebrakan yang kabupaten lain belum bisa melakukannya,” kata Erni saat ditemui Tabloid Elemen saat melakukan kunjungan ke Kantor Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah.

Erni mencontohkan, salah satu perhatian bupati yang menonjol tahun ini dalam bidang pendidikan yakni dengan mengangkat 1.644 guru Wiyata Bhakti menjadi GTT, yang terdiri dari guru TK 13, guru Kelas SD 877, guru PAI SD 188, guru PJOK SD 135 dan guru mapel SMP sebanyak 431 orang.

Melalui pengangkatan tersebut setidaknya bisa meningkatkan kesejahteraan guru non PNS. Selain mendapatkan pengakuan dan legalitas, mereka juga mendapatkan pemerataan honor sebesar Rp 700 ribu per bulan.

“Setelah diangkat bisa menambah spirit mengajar para GTT ini untuk mencerdaskan para siswa. Kabijakan ini baru Kabupaten Purbalingga dan Kota Probolinggo saja yang berani melakukannya,” tutur ibu kelahiran 9 Juli 1974 ini.

Disamping itu, Erni juga sepakat dengan sejumlah kebijakan populis atau menjunjung tinggi hak, kearifan dan keutamaan rakyat kecil dari Bupati Tasdi. Seperti kartu Purbalingga Pintar (KPP), yakni bantuan yang diberikan kepada Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) agar bisa mengenyam wajib belajar hingga 12 tahun.

KPP diberikan sebesar Rp 1 juta untuk calon siswa SD dan Rp 1,5 juta untuk calon siswa SMP. KPP berfungsi untuk mengantar anak agar bisa masuk sekolah. Berdasarkan data, tingkat keberhasilan Kabupaten wajardiknas Purbalingga masih 96% dan APK SMP 96%.

“Program ini sangat tepat sasaran untuk meningkatan IPM khususnya untuk pemenuhan wajardiknas dan harus dipertahankan, meskipun sangat dibutuhkan kesadaran dan kemauan dari AUSTS itu sendiri,” katanya.

Kabijakan populis Bupati Tasdi tahun 2018 ini yang didukungnya juga salah satunya program beasiswa kedokteran. Pemkab Purbalingga memprogramkan pemberian beasiswa bagi 36 warga Purbalingga lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran. Kuota sebanyak 36 itu terdiri dari 18 orang calon penerima dari keluarga kurang mampu dan 18 orang dari umum.

“Disamping adanya upaya penambahan tenaga dokter di Purbalingga juga memberi kesempatan kepada siswa dari kurang mampu yang berprestasi untuk mengenyam pendidikan tinggi. Ini cukup cukup mengena dua hal sekaligus yaitu kesehatan dan pendidikan,” kata ibu dari dari Sena Akbar Kartika Dewantara dan Mega Putri Yustiantika Dewantari ini.

Erni yang juga sebagai sosok isteri dari Bupati Tasdi ini juga memaklumi bahwa berbagai kebijakan suaminya selama menjabat itu tidak selalu menuai pujian. Bahkan seringkali juga muncul kritikan-kritikan yang mencerca bahwa apapun yang dilakukan itu salah. Erni tetap memberi motivasi kepada suaminya agar tetap berfikir positif.

“Kritikan itu seringkali hanya tendensi dan subyektifitas saja. Mereka yang dasarnya tidak pro kepada kami akan selamanya menilai apapun yang kami lakukan itu salah. Tapi masyarakat yang cerdas dan objektif belum tentu sependapat dengan mereka dan mampu menilai sendiri dengan bijak. Semakin tinggi pohon memang semakin terasa berat pula terpaan anginnya,” ujar ibu yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga ini.

Selalu Memasak dengan Cinta

Membangun kebersamaan dan kekompakan sebagai tim dalam rumah tangga penting untuk menumbuhkan dan menjaga keharmonisan hubungan berpasangan. Memasak menjadi satu model simulasi yang tepat untuk membangun kerjasama pasangan.

Hal ini sering dilakukan Erni Widyawati untuk menjaga kemesraan dan nyala cinta kasih dengan suami tercinta. Terkadang terlihat biasa saja namun ternyata memiliki makna yang dalam dan bisa menumbuhkan ikatan batin antar pasangan adalah kebiasaan memasak dan makan bersama

Menjadi istri Bupati Purbalingga dan anggota DPRD Purbalingga, ternyata tidak membuat Erni Widyawati lupa akan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Kebiasaan masak bersama suami selalu dijadwalkan setiap minggunya.

Memasak di rumah merupakan bentuk cinta kepada keluarga. Menghirup asap wangi yang mengepul dari dapur, serta senda gurau dari ruang makan merupakan memori sederhana yang membahagiakan bagi setiap anggota keluarga.

“Bagi saya, memasak menu masakan favorit bagi anak dan suaminya satu keharusan. Memasaklah dengan penuh cinta,“ungkap Erni

Masyarakat Purbalingga terutama yang biasa berbelanja di Pasar Segamas dan Pasar Hartono, kerap bertemu dengan sosok istri dari Bupati Purbalingga Tasdi. Sebab, meski sudah menyandang status sebagai istri bupati dan anggota DPRD, Erni Widyawati tetap mau blusukan ke pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Hampir setiap pagi saya selalu berbelanja sendiri ke pasar tradisional,” kata wanita kelahiran Kecamatan Karangreja.

Menurutnya, belanja ke pasar tradisional memiliki sensasi sendiri. Selain bisa membeli bahan masakan yang masih segar, dia juga bisa sekaligus menyapa masyakarat Purbalingga yang datang ke pasar. Dia menjelaskan, meski sibuk tapi selalu berusaha memasak sendiri makanan untuk keluarganya.

“Kalau tidak ada tugas atau pekerjaan, saya setiap pagi selalu menyiapkan masakan sendiri untuk keluarga,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, di keluarganya makanan yang menjadi favorit adalah makanan pedas. “Kami sekeluarga suka pedas semua. Jadi masakan kami selalu rasanya pedas,” ujarnya.

Tak hanya itu, ketika ada tamu kedinasan bupati, kadang-kadang dia juga memasakkan langsung menu makan untuk tamu. “Alhamdulillah, mereka banyak yang suka dengan masakan saya,” tuturnya.

Apa yang dilakukan, menurut Erni, merupakan wujud meneladani pahlawan nasional RA Kartini. Sebagai wanita karir yang memiliki banyak kesibukan, dia berusaha semaksimal mungkin meluangkan waktu untuk keluarga. (Ganda Kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!