Erni Tasdi Kunjungi Muzariyah Si Anak Kelainan Tumbuh Kembang

By: On: Dibaca: dibaca 77.13Rbx
Erni Tasdi Kunjungi Muzariyah Si Anak Kelainan Tumbuh Kembang

 

Ketua Tim Penggerak PKK Purbalingga, Erni Tasdi mengunjungi Muzariyah anak yang mengalami kelainan tumbuh kembang di Dusun Siwagu, Desa Purbasari RT.05 RW.05 Kecamatan Karangjambu, Senin (23 Oktober 2017). Dalam kunjungannya Erni Tasdi didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Purbalingga Muhammad Umar Fauzi.

Anak pasangan suami isteri Muhyani dan Suwarti yang duduk di bangku sekolah dasar kelas 5 ini tidak seperti anak normal yang lainnya dalam hal perkembangan fisiknya.Di usia yang menginjak umur 11 tahun Muzariyah mempunyai tinggi badan 95 cm dan berat badan 38 kg. Di usia tersebut perkembangan fisik seperti itu tentunya jauh dari batasan normal yang diharapkan, oleh sebab itu Erni Tasdi yang juga merupakan terketuk hatinya untuk melakukan kunjungan kerumahnya,

Didepan Erni Tasdi,  Muzariyah menunjukan kebolehannya dengan menyanyi bersama-sama dengan Erni Tasdi yang dipandu oleh gurunya. Tidak hanya itu saja Muzariyah juga menunjukan kebolehannya dengan menulis di buku tulisnya.

“Wah ternyata Adik Muza pinter juga ya nyanyinya,” puji Erni dihadapan Guru-guru dan Ibunya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Purbalingga,  Muhammad Umar Fauzi menambahkan, kelainan tumbuh kembang anak biasanya dapat disebabkan dari berbagai penyebab diantaranya; pada saat anak dalam kandungan, si Ibu kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi, begitu juga saat anak masih dalam pertumbuhan sangat kurang terhadap asupan makanan yang penuh gizi dan protein, sehingga sangat mempengaruhi terhadap perkembangan fisiknya.

“Yang jelas asupan makanan yang bergizi dan penuh protein sangat kurang dalam masa pertumbuhannya,” ujar Umar Fauzi.

Sebelumnya Erni Tasdi juga menyempatkan diri menjenguk Karendra Julio warga masyarakat desa Toyareka RT.05 RW. 11 Kecamatan Kemangkon yang mengalami kecelakaan saat sedang berjalan di trotoar depan SMA Negeri 1 Purbalingga. Karendra tidak menyangka ada lubang di trotoar yang belum selesai dalam pengerjaannya, sehingga saat berjalan ia terperosok. Karendra mengalami luka di bagian tangan dan kakinya.

Kejadian ini tentunya menjadi bahan koreksi bagi pelaksana proyek agar keselamatan warga masyarakat lebih diutamakan dan diperhatikan dengan memasang tanda ataupun menutup lubang yang masih belum selesai dalam pengerjaannya, sehingga tidak akan menimbulkan korban-korban selanjutnya. (yoga tri cahyono)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!