by

Enam Tahun Pipi Sukarjo Warga Jalan Lawet Purbalingga Terluka. Untuk Makan dan Minum Susah

-Peristiwa, Update-dibaca 39.99Rb kali | Dibagikan 347 Kali

Sudah enam tahun, Sukarjo tidak bisa menggunakan mulutnya untuk makan dan minum dengan maksimal. Pasalnya, daging pipi sebelah kiri hilang karena infeksi. Gigi dan gusinya pun terbuka dan kelihatan secara kasat mata.

Dalam kesehariannya, warga Jalan Lawet RT 02 RW 03 Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga ini harus mengenakan masker kain untuk menutupi lukanya. Saat makan atau minum harus memiringkan kepalanya kesebelah kanan agar makanan atau minuman tidak keluar dan dapat masuk ke tenggorokan.

“Dulu saya merasakan pipi gatal, maka saya garuk. Saat itu tahun 2012 kalau tidak salah, saya menonton televisi dilantai, terus ketiduran. Ada tikus mendekat pipi saya. Saya kaget. Tidak tahu, apa digigit ya. Mungkin penyebabnya karena tersentuh mulut tikus,” ungkap Pria kelahiran tahun 1938 di Purbalingga ini.

Bapak empat orang anak ini sempat memeriksakan rasa gatalnya ke klinik kesehatan. Namun, hanya dianggap gatal biasa, kemudian diberi pengobatan untuk menghilangkan rasa gatal. Luka gatal itu terus ia garuk menggunakan tangan. Lambat laun, lukanya terus melebar dan menganga.

“Gatal sekali, jadi saya terus menggaruknya. Saya tidak tahu kapan lukanya tambah melebar,” kenangnya.

Sukarjo tidak memperdulikan luka yang terus melebar ini. Setiap harinya tetap beraktifitas sebagai pengebor sumur buatan. Suatu hari dia memperbaiki sambungan air ledeng dirumah dokter. Saat itulah, dokter itu mengetahui ketika masker kainya dibuka, luka dipipinya yang sudah menganga dan mengerikan terlihat. Sang dokter menyarankan untuk dioperasi sebagai langkah pengobatan.

“Tahun 2017, luka ini dioperasi. Tapi tidak lama kembali terbuka, basah, menganga, dan sakit. Tidak tahu dagingnya hilang kemana,” ungkapnya

Tiga tahun berlalu, ia mengaku sudah pasrah dan tidak memperdulikan lagi Ia tetap mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keseharian keluarganya. Seakan sudah bersahabat dengan luka yang menganga dan sakit itu. Karena, berbagai cara pengobatan sudah dilakoni. Walaupun dengan kondisi keuangannya yang tidak memadai.

Lurah Purbalingga Wetan, Tri Anirwo Supandri

Sekira empat bulan yang lalu, luka yang menganga ini mendapat perhatian dari Lurah Purbalingga Wetan, Tri Anirwo Supandri. Saat itu, istri Sukarjo ada undangan ke kantor Kelurahan, dan saat itu menceritakan penyakit yang dideritanya.

“Istri saya menceritakan penyakitnya ini. Pak Tri Anirwo menawarkan pengobatan. Saya tentu bersedia. Doa saya semoga penyakit ini bisa sembuh,” ungkapnya

Sukarjo mengungkapkan, pengobatan yang dilakukan oleh Tri Anirwo Supandri ini sederhana sekali, hanya menggunakan air putih dan dibalur dengan daun sirih yang dicampur dengan kunyit dan minyak goreng.

“Pak Lurah (Tri Anirwo Supandri-red) delapan kali datang ke rumah. Saya diberi air putih yang sudah didoakan. Saya diberi obat untuk dibalur dari daun sirih yang dicampur dengan kunyit dan minyak goreng. Luka ini sekarang mengering dan tidak sakit ketika dipegang,” ungkapnya

Lurah Purbalingga Wetan, Tri Anirwo Supandri menuturkan, melihat kondisi penyakit ini, sudah selayaknya perhatian harus diberikan. Niatnya membantu meringankan penderitaan sesama umat manusia.

“Sudah agak mengering ya. Kemarin saya dari sana. Persoalan sembuh adalah urusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tuhan yang Maha Kuasa. Kami sebagai manusia diwajibkan berikhtiar,” tuturnya.

Tri Anirwo menuturkan saat itu mendengar cerita dari istrinya Sukarjo. Ia mencoba menawarkan ikhtiar pengobatan untuk meringankan penderitaan Sukarjo. Gayung bersambut, Sukarjo dan keluarga berkenan dengan tawarannya.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya hanya berikhtiar. Manusia diperintahkan untuk berikhtiar mencari jalan untuk kesembuhan dari penyakitnya. Wajib hukumnya meyakini bahwa segala kesembuhan atas setiap penyakit datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya

Pria kelahiran tahun 1966 yang baru seumur jagung menjabat Lurah Purbalingga Wetan berharap kesembuhan segera diberikan untuk Sukarjo, agar dapat beraktifitas tanpa penderitaan.

“Semoga disembuhkan ya. Penyakit ini bisa disembuhkan, karena masih terlihat ada darah segar, pertumbuhan daging masih ada. Saya yakin, atas seijin Allah Subhanahu Wa Ta’ala penyakit ini sembuh,” ungkapnya

 

 

Comment

Berita Lainnya