Enam Perampok Gasak Dua Toko Emas, 2 Luka Parah, 1 Luka Ringan, Kerugian Rp 200 Juta

By: On: Dibaca: dibaca 97.39Rbx
Enam Perampok Gasak Dua Toko Emas, 2 Luka Parah, 1 Luka Ringan, Kerugian Rp 200 Juta

Ilustrasi

CILACAP – Dua toko emas, yakni Naga Putri dan Adil dan Bintang, keduanya berlokasi di Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Rabu (25/11) pagi, disatroni kawanan perampok bersenjata api hingga mengakibatkan dua orang terluka akibat tembakan.

Menurut informasi, pelaku perampokan toko emas di Pasar Danasri itu juga sempat meneror pedagang. Para penjual itu berada di dekat lokasi perampokan.

Seorang pedagang kelontong yang berada di samping toko emas Adil dan Bintang, Samikun, mengaku sempat diancam oleh komplotan perampok yang berjumlah enam orang itu.

“Ada satu orang yang menodongkan pistol ke arah toko, sambil bilang, ‘Tenang, tenang’,” kata Samikun, Rabu.

Setelah itu, imbuh Samikun, kawanan perampok kabur ke arah selatan menggunakan tiga sepeda motor.

“Saya juga dengar ada suara tembakan lebih dari lima letusan, pakai pistol semua. Saat akan melarikan diri ke arah selatan, mereka sempat menembak satpam BRI,” ujar Samikun.

Saksi lainnya, Nanang mengatakan, komplotan perampok toko emas itu menggunakan helm dan jaket hitam. Mereka juga menumpang tiga sepeda motor yang ditumpangi enam orang. Mereka lalu langsung menembakkan senjatanya dan mengambil emas.

“Kejadiannya seperti di film-film. Saat itu sudah ramai orang ke pasar. Tapi enggak ada yang berani mendekat, karena mereka bawa senjata api semua,” kata Nanang.

Kerugian akibat perampokan dua toko emas itu diperkirakan mencapai sekitar 900 gram lebih. Dengan rincian, jumlah emas yang berhasil dirampok dari toko emas Adil dan Bintang sekitar 200 gram, dan dari toko emas Naga Putri sekitar 790 gram.

Diperkirakan kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Kawanan perampok yang berjumlah enam orang itu mendatangi toko emas Naga Putri sekitar pukul 08.30 WIB. Tiga orang perampok diketahui mengambil perhiasan emas di etalase dan satu orang lainnya mengancam pegawai toko tersebut. Sementara dua pelaku lainnya berjaga-jaga di luar toko.

Setelah beraksi di toko emas Naga Putri, kawanan perampok itu pindah ke toko emas Adil Bintang, dan kembali menggasak perhiasan emas di dalam etalase.

Bahkan, salah seorang pelaku menembak penjaga toko emas itu, Sumardi (41), sehingga mengenai pinggang sebelah kanan pria tersebut.

Selanjutnya, kawanan perampok itu meninggalkan toko dan beberapa kali mengeluarkan tembakan ke udara sambil mengendarai tiga sepeda motor jenis bebek ke arah selatan.

Di depan Bank BRI Unit Danasri, kawanan perampok itu mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali dan mengenai kaki kanan satpam bank pelat merah itu, Muslimin (32), yang sedang berdiri di depan pintu gerbang bank tersebut, serta menyerempet bagian atas mata kaki kanan seorang pegawai Bank BRI lainnya, Riyanto, yang keluar karena mendengar suara tembakan.

Kawanan perampok itu pun kabur ke arah selatan dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Sementara itu, dua korban yakni Muslimin dan Sumardi dibawa ke RS Siaga Medika Banyumas untuk menjalani perawatan karena mengalami luka yang cukup parah. Sedangkan Riyanto tetap bekerja seperti biasa.

Terkait kasus tersebut, Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP.

“Kami sudah berkoordinasi dengan polres tetangga, baik Banyumas maupun Kebumen, dan sekarang sedang pengembangan dan penyelidikan. Kami juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan yang kemungkinan dilalui kawanan perampok itu,” katanya, Rabu.

Tentang kemungkinan adanya indikasi aksi perampokan itu dilakukan oleh kelompok teroris, Kapolres menandaskan bahwa pihaknya belum mengindikasikan kemungkinan tersebut karena perlu penyelidikan lebih lanjut.

Namun, dia mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus perampokan tersebut ke Kapolda Jawa Tengah maupun Densus 88 Antiteror Mabes Polri untuk melakukan analisis.

Selain itu, Polres Cilacap melakukan penyelidikan dan pengembangan berdasarkan bukti-bukti di lapangan.

Sementara itu, informasi lain menyebutkan bahwa pemilik toko emas Adil dan Bintang bernama Rushadi, sedangkan Naga Putri milik Nanang. Nanang adalah kakak Rushadi.
Proyektil Peluru Ditemukan

Selama masa penyelidikan dan olah TKP, petugas Satreskrim Polres Cilacap akhirnya menemukan satu proyektil dan empat selongsong peluru di sekitar lokasi perampokan dua toko emas itu.

“Untuk sementara peluru jenis FN, namun kami belum tahu apakah ini FN rakitan atau asli,” kata Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Agus Sulistiyanto, Rabu.

Dia menambahkan, sasaran perampokan adalah toko emas, bukan bank.

“Dua toko emas tersebut lokasinya berdekatan dan kebetulan saat itu masih pagi, kemungkinan masih sepi. Toko emasnya sudah buka, mungkin kondisi pasar masih sepi saat itu,” jelasnya.

Mengenai jumlah kerugian material akibat perampokan di dua toko emas tersebut, dia memperkirakan berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.

“Kami masih mengembangkan kasus ini,” katanya. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!