by

Empat SMP di Banjarnegara Gelar Tapka Secara Terbatas

-Pendidikan, Update-dibaca 3.81Rb kali | Dibagikan 16 Kali

Sebanyak Empat SMP Negeri di Banjarnegara mulai menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka (Tapka) terbatas. Sekolah Menengah  tersebut antara lain SMP Negeri 2 Pejawaran, SMP Negeri 1 Susukan, SMP Negeri 1 Wanadadi dan SMP Negeri 1 Bawang.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Banjarnegara, Noor Tamami, mengatakan sebelumnya telah dilakukan pembelajaran Tapka pertama di SMP Negeri 1 Madukara.  Tapka terbatas ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Terhitung mulai tanggal 7 September ada empat sekolah yang mengikutinya,”jelasnya kepada siber lintas24.com, Selasa (08 September 2020).

Kepala SMP Negeri 2 Pejawaran, Purnomo, mengatakan pembelajaran tatap muka dilaksanakan setelah mendapat izin dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga.

Para siswa-siswi, serta guru juga melaksanakannya sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Surat Keterangan dari Empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan.

“Alhamdulillah pembelajaran tatap muka ini berjalan dengan baik, sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu juga, masih banyak protokol yang harus dipatuhi harus bergantian ke toilet sesuai dengan kartu menuju toilet. Setelah selesai pembelajaran, semua perlu memperhatikan protokol kesehatan dengan mencuci tangan di air mengalir beserta sabun dan keluar dari kelas secara bergantian untuk menghindari adanya kerumunan.

“Setelah di rumah anak ganti baju, baju langsung dicuci, kemudia cuci tangan baru (siswa) bertemu dengan orang tua,”tuturnya.

Ia juga menambahkan dalam pembelajaran tatap muka ini, siswa hanya diperkenankan masuk ke sekolah satu hari dalam seminggu. Hal ini untuk mengontrol dan mencegah penyebaran Covid-19 di ruang terbuka atau fasilitas umum.

“Teknis masuknya dibagi Senin dan Selasa untuk siswa kelas VII, Rabu dan Kamis untuk kelas VIII kemudian Jumat dan Sabtu kelas IX. Sehingga dalam seminggu anak masuk sekali,” jelasnya.

Dalam pembelajaran ini, sehari siswa-siswi belajar enam jam sehari dengan durasi satu jam pembelajaran selama 40 menit. Dalam sistem belajar ini juga, tidak ada jam istirahat sehingga siswa-siswi dan guru boleh mengatur jam istirahatnya di dalam ruangan kelas dan diperkenankan membawa makan dan minum dari rumah.

“Selama proses pembelajaran anak diperobolehkan makan dan minum bekal yang dibawa. Guru boleh mengajar sambil makan dengan mencontohkan adab makan yang baik,” jelasnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya