Empat Perampas Motor Diringkus Polres Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 120.10Rbx
Empat Perampas Motor Diringkus Polres Purbalingga

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Purbalingga berhasil membekuk empat orang pelaku kejahatan pencurian sepeda motor. Keempatnya bekerjasama melakukan perampasan dengan cara kekerasan.

Dua pria berinisial BH (22) warga Desa Brobot, Bojongsari dan IH (17) warga Desa Serayularangan, Mrebet kedapatan berkomplot merampas sepeda motor di dua tempat kejadian perkara (TKP). Pada TKP pertama dilakukan di Kalimanah Wetan pada 17 Agustus 2015 lalu.

Dalam aksi pertama itu, BH mendekati sepasang korban muda mudi di kompleks GOR Guntur Darjono pada pukul 02:00 dini hari bersama temannya yakni PWK yang saat ini masih jadi buronan.

“Kedua pelaku melakukan kekerasan kepada korban berupa pemukulan. Setelah dipukul keduanya diboncengkan ke motor oleh masing-masing pelaku. Satu menggunakan motor Yamaha Mio merah milik pelaku, satu menggunakan motor Honda Beat Pop korban. Sesampainya di depan SMPN 2 Kalimanah, kedua korban diturunkan, kemudian motor dibawa kabur,” kata Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasatresrkim, AKP Tarjono Sapto Nugroho dalam jumpa pers Kamis (19/10).

Sementara untuk TKP ke-2 terjadi di Kecamatan Karangreja dan pelaku juga lagi-lagi menyasar ke korban pasangan muda mudi pada hari yang sama dengan TKP pertama. Pelaku BH, IH dan PWK (DPO) menghampiri korban yang sedang berpacaran di depan SMPN 2 Karangreja tepatnya di Jl Raya Desa Serang – Kutabawa pukul 17:00 WIB.

Korban laki-laki juga mengalami kekerasan berupa pemukulan dan penyulutan rokok menyala ke kulit, sehingga korban merasa takut dan meninggalkan sepeda motor. Kemudian motor dibawa tersangka.

“Tersangka terungkap ketika kami jajaran kepolisian sedang mengadakan operasi kelengkapan surat-surat pengemudi pada 27 September lalu. Ternyata didapati motor tanpa kelengkapan surat-surat yang dikendarai oleh tersangka BH. Setelah dicocokan ternyata motor tersebut hasil kejahatan pada salah satu laporan TKP tersebut,” katanya.

Barang bukti yang ditahan 2 sepeda motor dan 1 handphone. Keduanya diancam dengan pasal 365 ayat 1 dan 2 ke-1 dan ke-2 KUHP Juncto Pasal 65 KUHP, karena telah melakukan pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman yang diberikan yakni pidana penjara 12 tahun.

Pada peristiwa yang lain, kasus pencurian sepeda motor dengan kekerasan juga terjadi di Desa Langgar RT 01 RW 02 Kecamatan Kejobong. Tersangka dua pria berinisial VT (24) dan ST (22) warga Desa Tegalpingen, Pengadegan akhirnya dibekuk polisi.

Kronologi kejahatan bermula dari korban Adminah (19) dan Jumini (53) warga Desa Langgar, tengah berboncengan mengendarai sepeda motor pada Rabu 23 Desember 2016 lalu pukul 20:30 WIB. Mereka tiba tiba diserempet kendaraan tersangka yang berboncengan hingga kendaraan behenti. Tersangka VT turun dari motor dan menghampiri korban lalu memukulnya bagian muka hingga kesakitan, lalu motor dirampas secara paksa.

“Korban berteriak mengundang perhatian warga sehingga VT diamankan warga. Sedangkan tersangka ST kabur namun berhasil kami tangkap 30 September 2017 kemarin di rumahnya. Barang bukti yang kami tahan 2 unit sepeda motor, masing-masing milik pelaku dan korban,” ungkap Nugroho. (Ganda Kurniawan)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!