by

Ekspedisi Sisik Naga PPA GASDA Bakal Menguak Misteri Hutan Purbalingga

-Inspirasi, Update-dibaca 13.91Rb kali | Dibagikan 78 Kali

Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA GASDA)  bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Alam Purbalingga akan menggelar Ekspedisi Sisik Naga. Saat ini sudah dimulai dengan pembekalan dan diskusi-diskusi tentang konservasi. Kegiatan utamanya akan dilaksanakan pada 24-28 Oktober 2020.

Ketua Ekspedisi Sisik Naga, Gunanto Eko Saputro menuturkan, ekpedisi ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan kawasan hutan alam Purbalingga yang masih tersisa. Area tersebut ada di wilayah yang disebut dengan Zona Serayu Utara yang saat ini dibawah pengelolaan Perum Perhutani, KPH Banyumas Timur.

Wilayah tersebut membentang di utara Purbalingga dari Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Karanganyar, Karangjambu sampai Karangreja yang berbatasan dengan Banjarnegara, Pekalongan dan Pemalang. Topografinya berbukit- bukit dan jika dilihat melalui google earth tampak seperti sisik-sisik naga.

“Oleh karena itu, kami menyematkan sebagai kawasan ‘Perbukitan Sisik Naga’ dan kegiatan ini dinamakan Ekspedisi Sisik Naga. Tujuannya untuk menguak msiteri kekayaan flora dan fauna yang ada hutan Purbalingga. Kami akan mendata dan mendokumentasikan kekayaan kawasan hutan alam yang masih dimiliki Purbalingga dari aspek biologi, sosial- ekonomi- budaya dan geologinya,” kata Gunanto.

Sesepuh Pecinta Alam Purbalingga yang juga Tim Ahli Ekspedisi Sisik Naga, Taufik Katamso, mengatakan, keanekaragaman hayati di hutan yang ada di kawasan Perbukitan Sisik Naga tersebut masih sangat baik.

“Oleh karena itu, diperlukan upaya advokasi yang terus menerus dan pelestarian agar kawasan hutan tersebut tetap lestari. Sebagai dasarnya, diperlukan data-data yang komprehensif tentang kawasan hutan tersebut sehingga kami mengadakan ekpedisi ini,” katanya.

Ia menyebutkan, hasil kajian Kelompok Biodiversity Banyumas, Javan Gibbon Foundation dan Kelompok Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atmajaya (2018) menemukan keragaman flora dan fauna yang ada di Siregol, salah satu kawasan yang di Perbukitan Sisik Naga. Namun, kawasan hutan tersebut terus menerus mendapatkan ancaman dan tekanan terhadap kelestariannya.

“Misalnya, penebangan liar, alih fungsi menjadi lahan pertanian, perambahan hutan, perburuan satwa liar serta pengembangan wisata masal yang tidak ramah lingkungan,” ungkapnya.

Taufik menyebut beberapa fauna yang ditemukan bahkan ada yang dilindungi, diantaranya adalah, Elang Jawa (Nizaetus bartelsii), Owa Jawa (Hylobates moloch), Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris), Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris), Rangkong Julang Emas (Aceros undulatus), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), bahkan pada 2018 lalu ada perjumpaan dengan Macan Tutul (Panthera pardus).

“Flora langka, seperti anggrek dan kantong semar juga banyak ditemukan di sana,” ujarnya.

 

Comment

Berita Lainnya