Eksotisme Curug Silintang, Tertinggi di Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 118.68Rbx
Eksotisme Curug Silintang, Tertinggi di Purbalingga

wisatawan

KONON, zaman dulu, ada sebuah bintang atau meteor yang jatuh di sebuah aliran sungai di wilayah Dukuh Cumbut, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Walau jatuh di aliran sungai, namun meteor itu tak mau padam. Akhirnya oleh warga sekitar, bintang itu disiram dengan sayur godong lumbu atau daun talas. Begitu terus berulang-ulang, akhirnya bintang itu pun padam.

Itu sekelumit cerita tentang toponimi atau asal usul curung atau air terjun Silintang yang berkembang di masyarakat sekitar. Namun terlepas dari cerita itu, curug ini memang sangat eksotis dan menjadi referensi bagi kita yang ingin melepas penat dari kerja sehari yang menguras tenaga dan pikiran.

Untuk menuju tempat ini, kita masuk melalui jalan tembus Tlabah Lor-Siwarak yang sebagian baru rampung dibangun oleh Pemkab Purbalingga. Oh ya, rencananya jalan ini akan diselesaikan tahun ini. Nah, dari sini kita berkendara sekitar dua kilometer. Sebenarnya, dari jalan utama, curug ini sudah terlihat karena amat tingginya curug. Setelah itu, kendaraan kita parkir di halaman rumah warga yang ramah. Lalu kita jalan kaki melintasi jalan makadam sekitar satu kilometer melintasi perkebunan warga.

“Jalan ini baru dibangun oleh Pemdes Tlahab Lor dengan anggaran Rp 107.300.000 menggunakan dana desa. Memang, program pemdes adalah membuka akses ke curug Silintang untuk persiapan rintisan desa wisata,” kata PTL Kadus III, Ahmad Sultonik Sudir, kemarin.

Jalan mendaki menuju lokasi tidak terlalu membuat letih karena memang udara yang sejuk dan penuh pohonan. Selesai berjalan santai sekitar seperempat jam, kita sampai ke lokasi curug Silintang. Air terjun yang jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 75 meter. Meski kita tidak terlalu dekat dengan grujugan namun, buih yang terbang tersapu angin akan membasahi kita. Udara yang sejuh dan dinginnya air menyegarkan kembali otak kita.

Sudir menambahkan, sebenarnya, di wilayah Cumbut ada dua curug lain yang tak kalah indah, yaitu curug Lawang dan curug Sadika. Pemdes akan membuka akses ke tiga lokasi curug untuk desa wisata. Namun memang curug Silintang paling sering didatangi pengunjung karena ketinggiannya.

“Setahu saya, curug Silintang ini paling tinggi di Purbalingga. Saya belum pernah melihat curug lain yang tingginya seperti ini. Kalau akhir pekan, pasti ramai dikunjungi orang. Bahkan dari luar kota. Mereka tertarik karena sudah bisa melihat curug ini dari kejauhan, dari jalan utama. Ini nanti jalan tembus dari Tlabah Lor sampai ke Goa Lawa rampung tahun ini, tentunya pengunjung yang ke sini jauh lebih banyak,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!