Dwi Pindarto Dihukum Setahun Penjara

By: On: Dibaca: dibaca 95.10Rbx
Dwi Pindarto Dihukum Setahun Penjara

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyumas Dwi Pindarto dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/5). Hukuman serupa juga dijatuhkan ke mantan Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Djumeno Atmaji

Begitu pula vonis untuk Supervisor PT Indomarco Cabang Cirebon Asep Gunawan. Ketiganya dinilai bersalah dalam kasus suap perizinan 19 toko Indomaret di Banyumas. Atas vonis tersebut, ketiga terdakwa menyatakan menerima. Vonis tersebut sama dengan tuntutan yang disampaikan JPU Hasan Norodin Achmad dalam sidang sebelumnya.

Selain hukuman penjara, majelis hakim yang diketuai Antonius Widijantono, dengan hakim anggota Sulistyono dan Robert Pasaribu juga menjatuhkan denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. ”Mengadili terdakwa Dwi Pindarto dan Djumeno Atmaji dengan pidana 1 tahun serta denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,” ujar Antonius.

Dwi Pindarto dan Djumeno dinilai terbukti sah dan menyakinkan melanggar Pasal 5 ayat 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara Asep dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b pada perundangan yang sama. Asep dinilai terbukti memberikan suap sebesar Rp 230 juta kepada pejabat Pemkab Banyumas untuk memuluskan proses perizinan 19 toko Indomaret bermasalah.

Sementara satu terdakwa lainnya, mantan Kasatpol PP Banyumas Rusmiyati pada persidangan kemarin masih dalam agenda duplik penasihat hukum atas replik jaksa penuntut umum (JPU).

Kuasa hukum Rusmiyati, Sarjono Harjo Saputro menegaskan, semua yang dilakukan terdakwa Rusmiyati merupakan mandat dari Bupati Achmad Husein termasuk juga interupsi untuk menunda pembongkaran toko Indomaret. ”Semua dilakukan atas mandat atau perintah bupati. Izin toko juga belum keluar hingga kini. Ada interupsi melarang pembongkaran yang hendak dilakukan oleh terdakwa. Kami tetap pada nota pembelaan Yang Mulia,” kata Sarjono.

Kasus suap Indomaret yang menjerat Rusmiyati, Dwi Pindarto, Djumeno Atmaji ini bermula dari permasalahan izin Indomaret yang tidak keluar meski sudah diurus sejak 2012. Pengacara Indomaret Djoko Susanto hanya mampu menyelesaikan izin sampai tingkat lingkungan karena memang banyaknya Indomaret yang melanggar ketentuan Perda No 10 Tahun 2010 tentang toko modern di Banyumas.

Selain kepada Dwi Pindarto dan Djumeno Atmaji, aliran dugaan suap perizinan Indomaret juga mampir ke Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan dalam bentuk sumbangan pemenangan Pilpres Jokowi. Selain itu, juga mengalir ke anggota DPRD Banyumas Lulin Wisnu Prajoko yang diperuntukan untuk kajian toko modern. Namun, uang itu sudah dikembalikan. Dalam persidangan Wakil Bupati menjelaskan, uang tersebut merupakan sumbangan pribadi Rusmiyati. Sementara di persidangan, Lulin mengaku bahwa uang Rp 70 juta yang diterimanya merupakan uang pinjaman.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!