by

Dua Balita di Cilacap Raib!

-kriminal-dibaca 117.49Rb kali | Dibagikan 54 Kali

Dua Balita Raib

CILACAP – Dua balita di Cilacap raib. Pertama, Dira Agni Tanaya (3,5 tahun), yang sudah sepekan hilang. Kedua, Ananda Nafizah (22 bulan), dikabarkan hilang bersama ibunya.

Dira Agni Tanaya adalah warga RT 03 RW 06, Dusun Sawah Bera, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, awalnya dikabarkan hanyut di Kali Sabuk, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, sepekan lalu. Namun, upaya pencarian oleh Basarnas Pos SAR Cilacap dihentikan menyusul hasil penyelidikan pihak Polres Cilacap menemukan bukti dugaan jika Dira hilang bukan karena hanyut di sungai tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh paman korban, Ahmad Subandi, Kamis (31/3).

Pria yang akrab dipanggil Bandi tersebut mengungkapkan bahwa jika bukti tersebut berasal dari sandal korban yang ditemukan di tepi Kali Sabuk. “Tidak ada tanda-tanda Dira tergelincir, di sandalnya juga tidak ditemukan bekas lumpur,” katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan yang diberikan kepolisian kepadanya, Dira sempat diduga menjadi korban penculikan karena menyusul adanya pesan singkat yang diterima paman korban dua hari setelah Dira hilang.

Namun, lanjut Bandi, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, pesan singkat dari nomor tidak dikenal tersebut ternyata tidak benar.

“Saya juga kaget ketika dapat SMS kayak gitu, tapi dari penyelidikan polisi katanya bukan dari pelaku penculikan,” ujarnya.

Bandi kembali menuturkan, upaya yang dilakukan oleh keluarga Dira selain melaporkan kepada pihak kepolisian, juga menyebarkan leaflet berisi foto Dira dan alamat serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

“Kami sangat berharap Dira masih hidup dan bisa ditemukan. Untuk itu bagi siapa saja yang menemukan atau menjumpai Dira, kami mohon segera melapor ke polisi atau telepon ke nomor 085878149251,” katanya.

Seperti diketahui, Dira Agni Tanaya yang merupakan putri dari pasutri Khamami dan Karsinem dilaporkan hilang di Kali sabuk pada Kamis (24/3), pukul 13.00 WIB.

Menurut penuturan keluarga, pukul 11.00 Dira masih bersama neneknya, karena sehari-harinya memang terbiasa dengan sang nenek. Namun, 30 menit kemudian, saat dicari ternyata Dira sudah tidak ada.

Dengan dibantu warga, keluarga segera melakukan pencarian. Kemudian ada warga yang menemukan sandal Dira di pinggir Kali Sabuk yang bermuara ke laut itu.

Sementara itu, Ananda Nafizah, yang masih berumur 22 bulan dikabarkan hilang bersama Jumiyem, ibundanya, dan keduanya raib sejak 2 Maret 2016.

Jumiyem yang merupakan warga Kelurahan Kutawaru RT 04 RW 08, Kecamatan Cilacap Tengah, terakhir terlihat ketika berpamitan kepada pamannya di Gunugsimping untuk pergi ke rumah kakak perempuannya di Purwokerto, Jumat (2/3).

Suami Jumiyem, Yatin mendeskripsikan ciri-ciri fisik Jumiyem yang berkulit gelap dengan rambut panjang lurus berwarna hitam. Sedang sang anak, Ananda berkulit sawo matang dan memiliki tanda semacam daging yang tumbuh di telinganya. Sementara baju terakhir yang dipakai Jumiyem maupun Ananda belum dapat diketahui.

Dari keterangan yang didapat Yatin, Jumiyem pergi menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Kutawaru. Namun, baik dari keluarga Jumiyem maupun keluarga Yatin di Kutawaru tidak ada yang mengetahui kepergian Jumiyem dan anaknya.

Ora pamit, Mas. Langka sing dipamiti nang kene,” katanya menirukan ucapan keluarganya maupun Jumiyem.

Setelah pergi dari rumah menggunakan sepeda motor, Jumiyem mendatangi rumah pamannya di Gunungsimping.

Jumiyem jam 3 sore titip motor nang nggone uwane nang Gunungsimping, terus tembe pamit arep ming yayune ning Purwokerto,” imbuhnya.

Dari pihak paman korban mengatakan kepada Yatin jika Jumiyem tidak berkata akan berapa lama di rumah kakaknya di Purwokerto.

Jere uwane, bojoku ora nggawa tas, tapi ya ora nggatekna nganggo klambi warna apa,” tuturnya.

Yatin yang sehari-harinya bekerja sebagai penangkap ikan di Pulau Bali ini mengaku baru mengetahuinya sebelum pulang ke Cilacap.

Tapi bar ilang, hapene Jumiyem ora bisa dihubungi. Di-SMS ya ora gutul, ditelpon ya wis ora aktif,” katanya dengan nada lemah.

Hingga saat ini, Yatin mengaku belum melaporkan kepada pihak kepolisian. Upaya yang dilakukannya hanya menyebarkan informasi lewat jejaring sosial di dunia maya.

Aku wis bingung, Mas, ditinggal anak-bojo. Wong anu langka masalah apa-apa karo aku atawa keluarga. Aku ya ora tau tukaran karo bojone,” ujarnya.

Dirinya berharap dapat segera menerima kabar keberadaan istri dan anaknya tersebut. Bahkan, di laman Facebook, akun bernama “Sukesih Sbd Ngm Sukesih” membagikan tautan di Grup Jaringan Informasi Publik Cilacap akan memberikan imbalan sejumlah uang bagi siapa saja yang menemukan Jumiyem dan anaknya.

“Siapapun yang tahu keberadaannya, tolong hubungi nomor 081559915854,” tulisnya dalam tautan tersebut. (estanto prima yuniarto)

 

 

Comment

Berita Lainnya