by

Djarwoto Aminoto Pendidik & Tokoh Islam Banyumas

-Dunia-dibaca 146.72Rb kali | Dibagikan 63 Kali

????????????????????????????????????

Drs. H.Djarwoto Aminoto dilantik sebagai Rektor IKIP ( kini Universitas Muhammadiyah Purwokerto) ,tanggal 14 April 1988. Saat itu ia masih menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyumas dan Pengawas Kanwil Depdikbud Jawa Tengah.

Anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Hasan Wireja dengan Khasanah ini lahir di Purbalingga, Jumat Kliwon, 6 Pebruari 1931. Ayahnya seorang wiraswastawan yang juga aktif di bidang sosial. Juga pengurus Muhammadiyah (bagian PKU).Djarwoto kecil aktif di kepanduan (pramuka) Hizbul Wathon.Jiwa dan semangat keagamaan tertanam sejak kecil.

Tidak heran jika pandangan dan sikap hidupnya selalu berlandasan kaidah agama.Dalam mencari kebahagiaan misalnya, ia berpedoman Al Qur’an Surat Atin ayat 4 – 6 , yang berbunyi : “Sungguh telah kami ciptakan manusia dengan sebaik – baik bentuk. Kemudian kami balikan kepada derajat yang serendah – rendahnya, kecuali bagi mereka yang teguh iman dan beramal sholeh. Dalam menuntut ilmu ia berpedoman pada sabdaNabi : ‘Tuntutlah ilmu sejak lahir hingga ke liang lahat”

Saat ia tamat SR dan ingin melanjutkan sekolah SMP, adanya di kota Purwokerto. Dari Purbalingga ke Purwokerto jaraknya cukup jauh.Satu – satunya untuk cara pulang pergi, saat itu yang paling praktis adalah dengan keretaapi. Maka ia pun naik kereta api bomel setiap hari.

Pemuda yang hoby olah raga ini rupanya berbakat sebagai pendidik. Tamat SMP tahun 1948, ia meneruskan SGA di Semarang .Setelah mengantongi ijazah SGA, dI Semarang ia menjadi guru. Suatu ketika ada kesempatan untuk mengikuti pendidikan B-1dan B-2 Pendidikan Jasmani. Ia pun ikut dan ternyata, ini membuka jalan lebar bagi kariernya.

Tahun 1961 ia merintis berdirinya Sekolah Guru Pendidikan Djasmani (SGPD) yang kemudian menjadi Sekolah Menengah Olahraga Atas (SMOA), dan menjadi Sekolah Guru Olah Raga(SGO) DI Purwokerto. Sebagai kepala sekolah yang baru dirintis, tugas itu terasa berat.

Antara lain karena sarananya belum ada .Untungnya Pemda Banyumas banyak membantu, SGPD bisa menempati gedung di jalan Merdeka (sekarang sudah didirikan Hotel Wisata Niaga), hingga akhirnya memilik igedung sendiri di jalan Overste Isdiman. Tahun 1964 Djarwoto meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Olahraga (STO) di Jakarta.

Keberhasilan memimpin SGPD yang kemudian menjadi SMOA membangkitkan semangatnya untuk merintis berdirinya IKIP. Keinginannya terkabul, pada tahun 1964 IKIP Muhammadiyah Purwokerto berdiri. Selama dua belas tahun sejak 1964 – 1976, ia menjadidekan di situ.

Pada tanggal 10 Februari tahun 1966 sempat menyerahkan Fakultas Peternakan dari Universitas Islam Indonesia (UII) ke Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, yang menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Peternakan UNSOED . Tahun1975 ,ia diangkat menjadi Kakandepdikbud KabupatenBanyumas.

Berita Acara Penyerahan Fak. Peternakan UII ke UNSOED

Tahun itu juga ia berangkat menunaikan ibadah haji keMekkah. Mantan anggota TNI Brigade XVII yang pernah mengikuti pendidikan militer di Cimahi inimempunyai jiwa sosial yang tinggi. Tidak aneh karena ayahnya sehari hari mengurusi anak – anak yatim piatu. Ia menilai alangkah mulianya yang dikerjakan ayahnya itu.Tergugah pengalaman masa lalu,bersama pengurus Muhammadiyah yang lain, bertekad membantu mereka yang kurang mampu dan menderita. Maka di dirikanlah Rumah Sakit Islam Purwokerto.

Djarwoto menikah dengan Siti Aminah ,pada tanggal 16 Januari 1959 di Yogyakarta. Pasangan ideal ini saling mengenal ketika sama – sama menjadi guru di Yogyakarta.

Pasangan ini dikaruniai lima anak antara lain Dr.Ir.Dattadewi Purwantini, MS, anak sulung ini menikah dengan Dr. Ir. R. Singgih Sugeng Santosa, MP sebagai staf pengajar di Fakultas Peternakan di Unsoed Purwokerto dan telah memberikan tiga orang cucu.

dr.Darmawan Budi Setyanto, SpA. K.adalah lulusan FKUI saat ini sebagai staf pengajar di FK UI dan tenaga medis di RS Cipto Mangunkusumo.

Dianingrum Listyawati, SH alumni FH Unsoed, kini bekerja di Bank BCA Purwokerto, Ir. Danang Widjajanto, MT mengambil jurusan Teknik Nuklir di FakultasTeknik UGM dan Magister Teknik di Fakultas Teknik UI, saat ini sebagai staf pengajar di Politeknik Jakarta. Sedangkan si bungsu Darmansyah Muhammad Priyanto SE, ME, kuliah di Fakultas Ekonomi UGM dan Magister Ekonomi di UI saat ini bekerja di BI.

Diangkatnya kembali Djarwoto sebagai Rektor IKIP Muhammadiyah yang kedua kali (periode 1993 – 1997) sekaligus mengantarkan IKIP Muhammadiyah Purwokerto menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berkembang sampai saat ini,merupakan bukti keberhasilannya. Ia juga pernah menjadi dosen UII dan IAIN Sunan Kalijaga cabang Purwokerto.

Pantas saja kalau ia mendapat sebutan sebagai tokoh pendidik yang berhasil. Konsep keberhasilan dalam mendidik putra putrinya adalah keteladanan.Sesuai dengan tuntunan Al Quran, Quu Anfusakum Wa Ahlikum Naroo, Jagalah dirimu sendiri dulu, baru kemudian keluargamu dari siksa api neraka. Keluarga teladan ini tinggal di jalan Komisaris Bambang Supraptono. 46 B Purwokerto.

Sepanjang hayatnya, Djarwoto mengemban amanat berbagai Jabatan formal diantaranya menjadi ketua KONI Kabupaten Banyumas. Di organisasi keagamaan, ia menjadi Ketua I Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. Sedangkan di Majlis Dakwah Islamiyah Kabupaten Banyumas ia duduk sebagai ketua. Jabatan yang begitu banyak, tidak mungkin bisa dilaksanakan bila yang bersangkutan tidak mempunyai semangat kerja yang tinggi, sekaligus menejemen waktu yang bagus. Nyatanya Djarwoto mampu menyelesaikan semua.Tugas rangkap itu dilaksanakan dengan baik.

Djarwoto Aminoto meninggal pada malam Idul Fitri, tanggal 8 Februari tahun 1997 dalam usia 67 tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment

Berita Lainnya