by

Diperas Oknum Polisi di Mabes Polri, Ratusan Massa Perajin Jamu Gelar Aksi di Lapangan Gentasari

-kriminal, Update-dibaca 6.93Rb kali | Dibagikan 32 Kali

Ratusan massa perajin jamu menyampaikan aspirasi secara damai di Lapangan Desa Gentasari Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, Senin (5 Oktober 2020). Dalam aksinya , mereka membawa 20 spanduk yang bertuliskan protes dan keluhan atas kekecewaan atas kinerja kepolisian. Mereka mengaku diperas oleh oknum polisi.

Terlihat satu spanduk bertuliskan ‘Pak Jokowi Pecat AKBP Agus Wardi yang Memeras Hak Kami’. Kemudian mereka juga berteriak ‘Adili Agus Wardi’ secara bersama-sama. Di spanduk itu, ada sekitar 13 orang nama yang menjadi korban.

Mulyono, juru bicara aksi tersebut bercerita, aksi tersebut bermula ketika puluhan pengrajin jamu di Kecamatan Kroya diperas oleh oknum Mabes Polri, yakni AKBP Agus Wardi. Tak tanggung-tanggung jumlah yang diminta pun cukup fantastis, paling sedikit Rp 500 juta dan terbanyak Rp 2,5 miliar.

“Kami didatangi oleh oknum Mabes Polri, kita dibawa ke sana, kemudian ditahan, satu dua hari dilepas kemudian dimintai sejumlah uang. Tuduhannya melakukan produksi jamu yang melanggar aturan undang-undang,” jelasnya.

Ia merinci, AKBP Agus Wardi sudah sejak puluhan tahun melakukan aksi tersebut. Kadang-kadang ‘oknum’ tersebut menghilang kemudian datang kembali. Dalam melakukan aksi tersebut pun ia tidak sendiri, ada rekan yang membantu.

“Pada periode Februari hingga Oktober ini, sudah banyak dari mereka yang diperas. Modusnya ditangkap dulu, AKBP Agus Wardi memasang mata-mata, nanti kiranya sasaran empuk disampaikan ke dia, setelah siap langsung dieksekusi,” katanya

Mulyono menjelaskan, perajin ada yang ditahan, namun ditahannya di Bareskrim. Kasus belum ada yang sampai di pengadilan.

“Bilangnya seperti ini, dari pada kamu mengikuti proses lebih baik bayar denda. Nominalnya dari dia. Kemudian kita dilepas, tapi nanti ditagih lagi lewat telepon, ada juru tagihnya sendiri, setelah itu baru uang di transfer,” lanjut Mulyono yang juga merupakan salah satu korban.

Pihaknya berharap, berdasarkan aksi tersebut bisa tersampaikan ke Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Kabareskrim Polri. Sehingga perilaku AKBP Agus Wardi bisa dihentikan.

“Saya memohon dan meminta Pak Jokowi, Kapolri dan Kabareskrim untuk melakukan pembinaan kepada kami pengrajin jamu Jawa asli. Sekiranya bisa dibina, diarahkan supaya bisa menjadi mata pencarian kami yang intinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Cilacap,” imbuhnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya