Dinsosnakertrans Cilacap Raih ISO 9001:2008

By: On: Dibaca: 108,791x
Dinsosnakertrans Cilacap Raih ISO 9001:2008

ISO 9001 2008Menaker serahkan ISO Menaker serahkan  ISO

CILACAP – Pelayanan prima yang diberikan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cilacap kepada masyarakat pencari kerja dalam pengurusan kartu kuning (AK-1) mendapat penghargaan Sertifikat Manajemen Mutu International Organization for Standardization (ISO) 9001:2008 dari Kementerian Tenaga Kerja RI.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kepada Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cilacap Kosasih pada ajang Nakertrans Expo, Kamis (26/11) di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Pemberian sertifikat ISO 9001:2008 kepada dua Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Cilacap dan Kota Surakarta ini karena dinilai telah berhasil meningkatkan pelayanan dalam pengurusan kartu kuning (AK-1) bagi pencari kerja.

Penghargaan sertifikat ISO ini merupakan standar internasional dalam sistem manajemen mutu, sehingga lembaga yang mendapatkan sertifikat ini akan lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pelayanan tenaga kerja.

ISO diusulkan bersama 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dan Cilacap bersama Solo menerima penghargaan tersebut.

“Ini merupakan hasil kerja keras dan hasil perjuangan panjang dalam upaya perbaikan pelayanan masyarakat dalam bidang tenaga kerja, khususnya pelayanan dalam pengurusan kartu kuning (AK-1),” katanya, Jumat (4/12).

Dijelaskan, proses penerimaan ISO ini sebelumnya sudah dilakukan audit oleh konsultan independen secara mendalam, dan telah pula dinilai memenuhi syarat menerima Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Kosasih menambahkan, pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Pemkab Cilacap, khususnya Dinsosnakertrans. “Ini akan semakin dipercaya masyarakat sekaligus merupakan tantangan ke depan, dimana Dinsosnakertrans akan tetap mempertahankan pencapaian ini sekaligus memperbaiki lagi sistem pelayanan bidang ketenagakerjaan lainnya, sehingga nantinya lebih cepat, pasti, dan memuaskan,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap bahwa tidak hanya pelayanan AK-1 yang mendapat ISO, bidang-bidang lain akan diusulkan mendapatkan ISO.

“Dengan konsekuensi APBD kita mampu, karena biaya untuk itu sangatlah mahal sebab kita membayar konsultan untuk mendapatkan ISO,” tandas Kosasih. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!