Dindikbud Purbalingga Prihatin Benda Cagar Budaya Rawan Dicuri

By: On: Dibaca: dibaca 10.15Rbx
Dindikbud Purbalingga Prihatin Benda Cagar Budaya Rawan Dicuri

Cyber Media Lintas24.com- Kepala Seksi Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Rien Anggraini mengaku prihatin dengan pencurian benda cagar budaya (BCB).

 “Padahal saat itu sedang ada juru pelihara dan peziarah. Masih ada oknum tak bertanggung jawab yang berani mencuri benda bersejarah,”ungkap Rien kepada lintas24.com dan tabloid elemen Senin (4 Desember 2017).

Rien menambahkan, keberadaan juru pelihara ternyata tidak membuat BCB aman dari pencurian. Untuk itu cecara bertahap kami sedang mengupayakan pemagaran maupun bentuk rumahan pada BCB. Misalnya batu-batuan, lingga dan lainnya.

Beberapa benda sejarah sudah diberi tanda dengan nama. Di antaranya gardu jaga VOC Tlahap Lor dan Siwarak, Tugu Lancip, Masjid Sayyid Kuning, Makam Wangi, Arca Ganesha. Ditambah Makam Syech Mahdum Khusen, Makam Syekh mahdum Cahyana, Prasasti Batu Tulis dan makam Wali Prakosa.

“Saat ini kami sudah memagari bangunan Lingga Yoni di Kedungbenda,”ungkapnya.

Rien menjabarkan, kriteria masuk BCB minimal memenuhi usia 50 tahun dan memiliki nilai sejarah serta kebudayaan dan pengetahuan. Benda itu juga bisa berupa bergerak dan tetap. Data yang tercatat di kami ada sekitar 783 benda cagar budaya yang tersebar di Kabupaten Purbalingga

Kemudian ada BCB yang tidak bergerak antara lain masjid, rumah tinggal, gedung dinas/instansi milik pemerintah dan swasta, tugu batas kota dan makam yang telah berusia 50 tahun. Sementara benda-benda peninggalan purbakala antara lain menhir, lingga, yoni, arca, dan serpihan perbengkelan purba.

“Khusus untuk bangunan sedang kami identifikasi lagi datanya lengkap. Karena rata-rata masih ada pemiliknya. Bahkan pemerintah juga memilikinya. Karena kekhawatiran kedepan diubah dan menyalahi, maka kami data lebih detail secara bertahap,” tambahnya

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!