Menu
Media Online Terpercaya

Dindikbud Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Purbalingga Gelar Pekan Kesenian Rakyat di Tengah Pandemi Covid-19

  • Share

Untuk nguri-uri  (merawat) kesenian tradisional, para pekerja seninya harus mau dan mampu tetap eksis dan bisa terus berkreasi, walaupun dalam pandemi covid-19.   Kondisi ini membuat kesenian tradisional termasuk di Kabupaten Purbalingga  mati suri karena adanya berbagai pembatasan, termasuk untuk pementasan.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Jateng bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga dan Dewan Kesenian Purbalingga (DKP)  menggelar Pekan Kesenian Rakyat Jawa Tengah (PKRJT) di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Provinsi Jawa Tengah Eris Yunianto, mengatakan PKRJT merupakan wahana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengapresiasi potensi-potensi berkesenian rakyat Jawa Tengah.

“Tentunya ini menjadi upaya yang penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka meningkatkan, mewujudkan ketahanan kebudayaan di Jawa Tengah,” ungkapnya saat acara di Bioskop Misbar Purbalingga, Sabtu (14 November 2020).

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi para pegiat seni dimasa pandemi.

“Membanggakan sekali, terutama dengan tampilnya kesenian rakyat yang hampir punah. Ke depan kami akan terus berusaha memprogramkan revitalisasi agar kesenian tradisi terus tumbuh,” katanya.

Gelaran yang disiarkan secara langsung melalui saluran kanal youtube Misbar Purbalingga menampilkan sekitar 10 kesenian dan melibatkan seniman muda juga sepuh dari beragam penjuru Purbalingga. Puluhan seniman yang jarang pentas karena masa pandemi ini datang dari kesenian tradisi, tari, keroncong, pantun, dan permainan rakyat.

Satu penonton,  Yoga Hediasa menuturkan, ada tiga kesenian tradisi langka yang ditampilkan, yaitu Kothekan Lesung, Angguk, dan Lengger Lanang yang sudah jarang pentas untuk mengekspresikan diri dengan penonton yang lebih luas melalui live streaming.

“Senang melihat anak-anak muda Purbalingga masih ada yang melestarikan kesenian tradisional dan saya sangat terkesan dengan kesenian Angguk. Ternyata di Purbalingga ada kesenian unik seperti itu,” tuturnya

Menurut Maryoto, salah satu penayagan kesenian Lengger Lanang, ia dan rombongan merasa senang sekali berkesempatan pentas di kota kabupaten.

“Selama ini kami hanya berlatih, sementara untuk pentas sudah jarang yang nanggap. Semoga setelah pentas di sini, jadi dikenal banyak masyarakat,” katanya.

Untuk tari tradisional, pementasan melibatkan tiga sanggar tari dan satu dari Forum Silaturahmi Sanggar Tari Purbalingga (FSSTP). Satu grup keroncong muda yang terdiri dari pelajar usia SMP, permainan rakyat, serta pantun yang menarik ketika dipentaskan.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *