by

Dindikbud Kabupaten Purbalingga Tetap Belum Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

-Pendidikan, Update-dibaca 6.97Rb kali | Dibagikan 25 Kali

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga belum berencana menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP.

Baca Juga: Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana Gelar Media Gathering Bersama Wartawan Purbalingga

Baca Juga: Permainan Egrang dan Congklak Virtual Purbalingga Wakili Jawa Tengah di Kompetisi Permainan Tradisional

“Belum ada rencana dalam waktu dekat ini. Sekarang masih menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring),” ungkap Kepala Dindikbud Purbalingga, Setyadi kepada Tabloid Elemen yang terintegrasi dengan siber media lintas2.com usai Media Gathering bersama para wartawan media cetak, online dan elektorik di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis (22 Oktober 2020).

Baca Juga: Kadindikbud Purbalingga, Setyadi: Peran Katasapa Purbalingga Sangat Membantu Dalam Pembangunan Manusia

Baca Juga: Purbalingga Semakin Kekurangan Guru SD

Ia juga berpesan agar para guru bisa terus berkreasi dan melakukan terobosan dalam mendidik murid-muridnya. Sehingga pembelajaran pun jadi lebih menyenangkan.

“Bagaimana strategi pembelajarannya, materinya, dan evaluasinya. Itu harus mengedepankan prinsip utama pendidikan yang edukatif. Prioritas utama saat ini ialah hak sehat untuk semuanya, baik peserta didik maupun guru,” ungkapnya.

Baca Juga: Dindikbud Purbalingga Tekankan Orang Tua Jangan Beli Buku Tema

Baca Juga: Dindikbud Purbalingga Bersiap Gelar Kongres Ebeg

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana. Foto: Yoga Tri Cahyono_Tabloid Elemen

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana menyatakan, Pendopo Dipokusumo Purbalingga kini ramah difabel menyusul dilengkapinya sarana parkir dan jalur khusus untuk penyandang difabel. Hal ini sejalan dengan amanat Undang Undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pendopo Dipokusumo telah ada fasilitas itu. Alun Alun Purbalingga yang baru direnovasi juga telah dilengkapi dengan sejumlah sarana untuk difabel. Kami juga menginstruksikan semua fasilitas pelayanan publik dan perkantoran pemerintah untuk menyediakan fasilitas untuk kaum difabel,” ungkapnya

Ia menambahkan, data kasus Covid-19 hingga Senin, (19 Oktober 2020) terdapat 254 kasus positif Covid-19, 185 pasien dinyatakan sembuh orang, 64 pasien masih dirawat dan  5 orang pasien meninggal.Hingga bulan Oktober Pemkab Purbalingga telah melaksanakan pengambilan sampel sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni target 1/1000 dari jumlah penduduk permingguan dengan target tes swab per minggu sebanyak 950

“Hasil dua pekan terakhir, pekan pertama 4-10 Oktober sebanyak 1.107 spesimen pekan kedua 11-17 Oktober 2020 sebanyak 714 spesimen. Jadi totak pekan pertama dan kedua bulan Oktober sebanyak 1.821 spesimen atau 95,8% dari target WHO,” ungkap Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana.

Selain itu, Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan menerapkan kebijakan antisipatif menghadapi libur panjang peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 28 Oktober hingga 1 November 2020

“Saya sudah tegaskan karena waktunya mendesak untuk SOP kita mengadopsi pada kebijakan kemarin pada waktu lebaran. Sepakat untuk pemberian gelang pada para pemudik yang masuk ke Purbalingga dan ada 8 titik pintu masuk Purbalingga. Kita akan coba Posko di sana dan tadi Satpol PP sudah siap untuk membantu di sana sehingga mudah-mudahan ini bisa berjalan karena masih ada waktu untuk mempersiapkan itu,” ungkapnya. (yoga tri cahyono)

 

 

Comment

Berita Lainnya