by

Dinaker Kabupaten Purbalingga Catat  1.734 Pekerja di PHK Selama Pandemi Covid-19

-Daerah, Update-dibaca 3.22Rb kali | Dibagikan 40 Kali

Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kabupaten Purbalingga mencatat ada 1.734 pekerja pabrik di Purbalingga yang dilaporkan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari 11 pabrik. Sedangkan dari 3 perusahaan merumahkan 983 orang pekerjanya. Namun sekarang tinggal 135 orang yang dirumahkan dari 1 perusahaan.

“PHK itu dilakukan saat masa pandemi Covid-19 ini. Ada pabrik rambut dan bulu mata, mainan, pabrik kayu. Paling banyak di pabrik rambut dan bulu mata,” tutur Kepala Dinaker Kabupaten Purbalingga, Edhy Suryono, Jumat (10 Juli 2020)

Sementara lainnya lanjut Edy, menerapkan model kerja shift atau dirumahkan. Artinya bagi perusahaan yang tidak memungkinkan para pekerjanya jaga jarak minimal 1 meter saat di ruangan, maka dirumahkan. Mereka juga tetap diberikan upah sesuai kesepakatan bersama dengan serikat pekerja.

“Saat ini pemberian upah di kisaran 30-40 persen bagi yang mengalami dirumahkan. Jadi besarannya beda- beda,” rincinya.

Ia merinci, dari 49.906 jumlah buruh/pekerja pabrik, saat ini ada 48.976 yang tercatat se Kabupaten Purbalingga. Dengan lebih dari 40 perusahaan Penanaman Modal Asing atau (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berskala besar.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga, Ato Susanto mengatakan, secara umum investor baru di sektor industri tidak terpengaruh wabah Covid-19. Khususnya untuk sektor industri yang sudah ditandatangani Letter of Intent (LOI) pembangunan fisik pabrik tetap berjalan.

“LOI yaitu suatu surat resmi bisnis, yang secara hukum tidak mengikat para pihak tersebut didalamnya, dibuat oleh seorang pemilik bisnis, pengusaha, atau perusahaan, untuk menyampaikan minat, atau maksud bisnis secara serius, rinci, ringkas dan jelas,” paparnya.

Sementara itu, yang terpengaruh justru di sektor jasa dan perdagangan. Target investasi di sektor itu diperkirakan bakal tercapai hanya 60-70 persen saja. Prediksi pendapatan bakal turun 30-40 dari target investasi di angka Rp 670 miliar. Target tahun sebelumnya atau 2019 dari target Rp 570 miliar dapat tercapai, bahkan diatas target yakni sebesar Rp 679 miliar.

“Khusus tahun ini jika pandemi semakin berkepanjangan, maka potensi menurunnya capaian target investasi di sektor tersebut semakin terbuka,” ungkapnya.

Pekerja yang di PHK  berjumlah 1.734, dirinci : PT Boyang Industrial 1.122 pekerja, PT John Toys Indonesia 32 pekerja, PT Interwork Indonesia 23 pekerja, PT Nina Venus Indonusa 74 pekerja, PT Herba Emas Wahidatama 1 pekerja, PT Karya Bakti Manunggal 62 pekerja, PT Hyupsung Indonesia 12 pekerja, PT Sinar Cendana Abadi 15 pekerja, PT Sung Shim International 11 pekerja, PT Bintang Mas Triyaksa 11 pekerja, dan PT Midas Indonesia 371 pekerja

 

 

Comment

Berita Lainnya