by

Diksi New Normal Salah. Sekarang Diubah Jadi Adaptasi Kebiasaan Baru

-Dunia, Update-dibaca 1.12Rb kali | Dibagikan 7 Kali

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto ¬†memaparkan, ada diksi yang salah di kata ‘new normal’. Dia menilai diksi yang benar adalah adaptasi kebiasaan baru. Jika tagline new normal dipakai maka masyarakat akan fokus ke kata ‘normal’ nya saja. Tidak pada ‘new’ atau pembaruanya

“Diksi new normal itu sebenarnya di awal diksi itu segera kita ubah, waktu social distancing itu diksi yang salah, dikritik langsung kita ubah, new normal itu diksi yang salah, kemudian kita ubah adaptasi kebiasaan baru tapi echo-nya nggak pernah berhenti, bahkan di-amplify ke mana-mana, gaung tentang new normal itu ke mana-mana,” ujar Yuri di launching buku ‘Menghadang Corona’ di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat,

Dia juga mengungkapkan saat ini pemerintah tidak bicara tentang aturan karena dikhawatirkan masyarakat jenuh akan peraturan. Yuri menyarankan masyarakat patuhi saja aturan yang ada terkait Corona.

“Kami juga menyarankan sekarang ini mungkin kami akan bicara ke depan, tidak lagi dalam berbicara aturan yang dibuat lagi. Jalankan saja, kalau banyak aturan yang dibuat makin pusing kita, makin pusing, jalankan saja,” kata Yuri

Comment

Berita Lainnya