Di Purbalingga, Stik Es Krim Babinsa Jadi Perekat Persatuan Warga

By: On: Dibaca: dibaca 92.60Rbx
Di Purbalingga, Stik Es Krim Babinsa Jadi Perekat Persatuan Warga

Baca Juga: Serka Iska Yuniarti, Babinsa Perempuan Pertama di Jawa Tengah

Baca Juga: Kodim 0702 Purbalingga Gelar Binter di MTL Panglima  Besar Jenderal Soedirman

Baca juga : Kapendim 0702 Purbalingga, Sertu Satria Feri Sonarya: Pendim Punya Peran Strategis

Bintara Pembina Desa (Babinsa) harus mampu berkomunikasi sosial dengan masyarkat desa binaannya. Komunikasi sosial ini sangat besar maknanya karena merupakan momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi serta meningkatkan koordinasi yang bertujuan untuk   membangun   kebersamaan sehingga akan mengetahui perkembangan situasi dan kondisi lingkungan di desa binaanya.

Baca Juga: Korem 071/ Wijayakusuma Tangkal Penyebaran Berita Bohong di Media Sosial

Baca Juga: TMMD Sengkuyung Tahap III Purbalingga Ditutup. Desa Tunjungmuli dan Sekitar Tercukupi Air Bersih

Seperti yang dilakukan Peltu Margiyono anggota Babinsa Koramil Kemangkon di Kodim 0702 Purbalingga. Ia membuat terobosan cerdas mengatasi kebingungan beberapa pemilik pabrik kayu di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga untuk membuang limbah kayunya.

Limbah kayu umumnya hanya dapat dimanfaatkan untuk kayu bakar. Padahal, limbah kayu alba dan pinus yang ada cocok untuk membuat stik es krim. Mulailah, Ia dan istrinya Sri Yuli Handayani mengawali pembuatan stik es krim dengan memberdayakan masyarakat di desa binaanya. Ya,  limbah kayu itu disulap menjadi stik es krim yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: KRI Bima Suci Bawa 103 Taruna AAL Bakal Singgah Di Banyuwangi

“Kami membuat kelompok-kelompok pengrajin. Ada 20 hingga 30 orang dalam satu kelompok . Dalam satu desa ada 10 hingga 20 kelompok,” ungkap Peltu Margiyono yang sudah 10 tahun lepas dari Batalyon Infanteri 406 Candra Kusuma

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Kodim 0702/Purbalingga Gelar Pendidikan Pembentukan Kader Bela Negara

Untuk setiap kelompok dilengkapi dengan satu set peralatan yang terdiri dari alat potong, belah dan packing. Dengan adanya mesin ini maka proses produksi menjadi lebih cepat dan lebih bagus. Prosesnya sangat mudah dan sederhana, limbah kayu itu sudah harus dikeringkan selama beberapa hari, kemudian dipotong dengan ukuran khusus dan selanjutnya akan dijepit di slot kayu yang sudah disediakan. Setelah itu stik tersebut diamplas dengan amplas khusus. Setelah selesai kemudian dipilah yang bagus dan setelah itu dipacking. Stik yang berbahan kayu pinus untuk konsumen menengah ke atas. Sedangkan yang berbahan alba untuk segmen menengah ke bawah.

Jumlah orang yang membuat stik es krim itu sekitar 300 orang. Mereka tidak hanya di Toyareka tetapi juga di desa-desa lainnya. Usaha ini  membutuhkan banyak tenaga untuk melayani pesanan stik ini. Setiap bulan harus bisa mengirim pesanan paling sedikit satu truk stik ke pabrik besar.

“Untuk yang di luar desa, limbah itu dikirim ke desa lain. Kalau sudah jadi, stik disetor. Orang yang ikut kerja membuat stik itu sebagian adalah laki-laki dan perempuan di usia produktif,” tutur Sri Yuli Handayani menambahkan

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0702 Purbalingga, Letkol Inf Yudhi Novrizal menuturkan, dalam penguatan tugas pembinaan teritorial, TNI AD menurunkan sejumlah anggota Babinsa untuk melakukan pembinaan wilayah teritorial. Sehingga keberadaan Babinsa itu merupakan ujung tombak, dan garda terdepan dalam pembinaan wilayah teritorial

“Tupoksinya diantaranya melakukan cegah dini, deteksi dini, dan lapor cepat, jika terjadi permasalah ekonomi, polirltik sosial, budaya,  pertahanan dan keamanan (Ekopolsosbud Hankam), yang bergejolak di masyarakat, yang bertujuan untuk membantu masyarakat, dan Pemerintah Daerah (Pemda), serta Kepolisian.Keberadaan Babinsa itu, sudah menjadi amanat Undang-undang TNI, untuk pembinaan wilayah teritorial,”  tuturnya

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!