Di Purbalingga, Pilgub 2018 Harus Damai

By: On: Dibaca: dibaca 7.62Rbx
Di Purbalingga, Pilgub 2018 Harus Damai

 

Purbalingga siap menyelenggarakan Pemilihan Gubenur (Pilgub) damai dan kondusif. Hal tersebut disampaikan Bupati Tasdi dalam acara koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Selasa (28 November 2017) di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga. Acara tersebut terselenggara agar seluruh stake holder di Kabupaten Purbalingga siao menghadapi pemilihan gubernur tahun 2018.

“Saya berpesan kepada anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam ) termasuk kepala desa agar selalu siaga menghadapi pemilihan gubernur. Saya menginginkan pilgub tahun depan berjalan dengan damai,” kata Tasdi.

Selanjutnya Tasdi mengatakan bahwa dari 171 pemilihan kepala daerah serentak 2018, Jawa Tengah menyelenggarakan 7 pemilihan kepala daerah termasuk di dalamnya pemilihan gubernur, Bupati dan walikotan. Dia mengatakan segala kemungkinan akan adanya friksi pada pilkada khususnya pilgub harus mendapat perhatian seluruh elemen pemerintahan untuk mendeteksi lebih dini potensi gesekan.

Tasdi juga mengatakan, setelah perppu ormas disahkan menjadi UU(undang-undang) kewaspadaan harus ditingkatkan. Karena akan ada pihak yang tidak menerima disahkannya UU ormas untuk melakukan provokasi pada pilkada yang ada di Indonesia termasuk pilgub Jawa tengah. Tasdi mencotohkan adanya fenomena gafatar juga berimbas pada Purbalingga tempo hari. Dia mengatakan tak menutup kemungkinan ex-gafatar akan membuat ulah pada pilgub Jawa Tengah.

Selain gafatar, kata Tasdi kelompok Syi’ah yang mulai ada di Purbalingga juga bisa membuat gesekan yang tidak bisa diremehkan. Tasdi berpesan agar kelompok tersebut(syi’ah) diawasi oleh pihak yang memiliki wewenang. Jika kelompok ini dibiarkan berkembang pesat tanpa kontrol, akan memicu konflik yang mengganggu stabilitas keamanan terlebih menjelang pilgub.

“Mohon kepada pihak yang memiliki wewenang untuk mengontrol aliran kepercayaan, awasi Syi’ah di Purbalingga. Mereka bisa memicu perpecahan di Purbalingga. Kita berpegang pada anjuran MUI pusat agar Syi’ah diawasi apalagi menjelang musim pilkada termasuk pilgub,” ujar Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi melanjutkan ketika dia bertemu Kapolri Jendral (pol) Tito Karnavian pada suatu kesempatan, Kapolri mewanti-wanti gerakan radikal yang ada di Kabupaten Purbalingga. Diketahui, ada tiga pelaku terorisme berasal dari Purbalingga dan hal tersebut harus menjadi catatan serius yang harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi jelang pilgub.

“Kapolri menyampaikan kepada saya Purbalingga harus waspada terhadap ancaman terorisme. Saya malu karena ada tiga pelaku terorisme berasal dari Purbalingga. Mohon jelang pligub ini potensi yang berbau terorisme harus terdeteksi dan dilakukan langkah preventif,” pungkas Tasdi.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!